Kamis , 05 October 2017, 19:00 WIB

UNY Raih Klaster Unggul Kinerja Pengabdian Masyarakat

Red: Yusuf Assidiq
Dokumen
Kantor LPPM UNY.
Kantor LPPM UNY.

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menduduki peringkat kelima Klaster Unggul kinerja pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Ditjen Riset dan Pengembangan Kemristedikti. Capaian ini diraih setelah bersaing dengan lebih dari tiga ribuan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
 
Prestasi itu tertuang dalam  Surat Keputusan Dirjen Penguatan Risbang, Nomor 44/E/KPT/2017 tanggal 10 Agustus 2017 tentang Pemeringkatan Perguruan Tinggi berbasis Kinerja Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) periode tahun 2013 – 2015.

"Hasil ini tidak lepas dari upaya dan kerja keras UNY dalam meningkatkan kinerja dalam bidang pengabdian masyarakat," kata Ketua LPPM UNY, Dr Suyanta, Kamis (5/10).

Ia mengatakan penilaian kinerja PPM tersebut meliputi aspek sumber daya manusia, manajemen, luaran, dan revenue generating. Masing-masing aspek mempunyai nilai tersendiri. "Sumber daya manusia sebesar 25 persen, manajemen 20 persen, luaran 45 persen, dan revenue generating 10 persen,” kata Suyanta, merinci.

Luaran memperoleh porsi penilaian terbesar, kata dia, karena dari sisi pengabdian masyarakat produk PPM bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sustainable, dengan isu-isu yang diangkat PPM berbasis dari riset sebelumnya.

Dijelaskan, luaran dapat berupa publikasi hasil PPM di media cetak, elektronik dan daring, pendaftaran HAKI serta berbentuk buku panduan pada masyarakat. Di samping itu,  LPPM juga memiliki desa binaan,  bermitra dengan industri, sekolah, dan perusahaan.  

Menurutnya, perguruan tinggi dituntut mampu mengembangkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewudjukan hal tersebut, salah satunya  melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam konteks ini, papar dia, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu indikator penentu kualitas kinerja perguruan tinggi.

Selanjutnya, untuk melihat seberapa baik implementasi pemenuhan standar nasional pengabdian kepada masyarakat pada setiap perguruan tinggi, dilakukan pengukuran kinerja pengabdian kepada masyarakat. "Pengukuran tersebut dilaksaanakan oleh Ditjen Riset dan Pengembangan Kemristedikti," ujarnya, dalam siaran pers.

Pengukuran mencakup aspek-aspek, pertama, sumber daya, kedua, manajemen baik yang terkait proses, pelaksanaan, maupun penilaian pengabdian kepada masyarakat, ketiga, luaran yang dihasilkan, dan keempat,  revenue yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Penilaian kinerja ini diawali dari verifikasi dan validasi data sumbe rdaya manusia, manajemen serta revenue generating untuk menghasilkan skor kinerja yang akan menentukan klaster perguruan tinggi. Klaster tersebut meliputi kategori unggul, sangat bagus, memuaskan, dan kurang memuaskan.

Sekretaris LPPM UNY, Prof Siswantoyo, menambahkan bahwa dari sisi manajemen, proses pengelolaan PPM UNY melalui one gate policy dengan screening awal, monitoring evaluasi, dan laporan hasil selalu melibatkan penjaminan mutu.


Berita Terkait