Sabtu , 04 December 2010, 01:43 WIB

Peneliti Sebut 918 Lokasi di Indonesia Rawan Longsor

Red: Endro Yuwanto
ant
Tanah longsor
Tanah longsor

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Indonesia memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap bencana tanah longsor, karena terdapat 918 lokasi rawan longsor. Hal ini disampaikan peneliti kebencanaan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Agus Setyo Muntohar.

"Indonesia dengan karakteristik wilayah yang terdiri atas dataran tinggi dan rendah, curah hujan yang relatif tinggi, dan berada pada rangkaian `ring of fire` sangat rentan terhadap kejadian tanah longsor," kata Agus, Jumat (3/12).

Menurut Agus, rangkaian 'ring of fire' menyebabkan zona tersebut sangat aktif terhadap aktivitas gunung api. Kondisi batuan atau tanah menjadi sangat dinamis sehingga pelapukan sangat sering terjadi. Hal itu kemudian menyebabkan batuan atau lereng rentan longsor. "Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut bergerak ke bawah atau ke luar lereng," katanya.

Agus mengatakan, proses terjadinya tanah longsor muncul ketika air yang meresap ke dalam tanah menambah bobot tanah. "Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan ke luar lereng," katanya.

Agus menambahkan, prediksi kejadian longsor dapat dilakukan berdasarkan rekaman hujan dan kejadian longsor. Data-data hujan yang memicu terjadinya tanah longsor dari berbagai jenis hujan dipisahkan dengan data hujan yang tidak memicu terjadinya tanah longsor.

"Hubungan hujan itu dapat ditentukan dengan menggunakan tiga pendekatan, yakni pemodelan empirik, pemodelan proses fisik, dan pemodelan statistik," kata dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu.

Sumber : antara