Ahad , 21 September 2014, 08:49 WIB

Tjahjo: PDIP Harus Dipimpin Trah Sukarno

Rep: Muhammad Akbar Wijaya/ Red: Ichsan Emerald Alamsyah
Republika/Agung Supriyanto
Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo membacakan Naskan Proklamasi di upacara HUT Ke-69 RI di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Ahad (17/8).
Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo membacakan Naskan Proklamasi di upacara HUT Ke-69 RI di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Ahad (17/8).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sekretaris Jendral (sekjen) DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo mengatakan PDI Perjuangan harus dipimpin trah Soekarno. "Selama partai ini ada, yang memimpin harus dari keturunan Bung Karno, sebagai perekat," kata Sekretaris Jendral DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo kepada wartawan di sela acara Rapat Kerja Nasional IV di Marina Convention Center Semarang, Ahad (21/9).

Tjahjo mengapresiasi kesediaan Megawati dicalonkan kembali menjadi ketua umum dalam kongres April 2015. Menurutnya Megawati merupakan bagian dari sejarah partai yang bermula dari Partai Nasionalis Indonesia bentukan Sukarno. Sehingga trah dari Bung Karno tak pernah lepas dari PDI Perjuangan.

Kader PDI Perjuangan yang tidak berasal dari trah Sukarno jangan berharap banyak bisa memimpin PDI Perjuangan. Tjahjo mengatakan paling mentok karier mereka di partai adalah sebagai sekjen. "Ya jadi sekjen seperti saya, selama 5 tahun. Karena ini partai yang khas," kata Tjahjo.

Tjahjo tidak khawatir PDI Perjuangan dianggap sebagai partai keluarga. Sebab menurutnya di beberapa negara juga ada partai yang dibangun berdasarkan trah keluarga. Ia bahkan menyamakan PDI Perjuangan dengan partai di India, yang ia sebut 'Partai Gandhi'

Rakernas PDI Perjuangan merekomendasikan Megawati Soekarnoputri memimpin kembali PDI Perjuangan pada 2015-2020. Rekomendasi ini nantinya akan disahkan dalam kongres partai April 2015.

Berita Terkait