Kamis , 21 September 2017, 03:30 WIB

Pentingnya Peran Mahasiswa dalam Hadapi Bonus Demografi

Red: Winda Destiana Putri
Republika/Prayogi
Ilustrasi Pesantren Mahasiswa
Ilustrasi Pesantren Mahasiswa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa sebagai kelompok generasi terdidik memiliki posisi strategis dalam menjadikan dirinya sebagai bagian dari perkembangan dan pertumbuhan generasi usia emas atau bonus demografi.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA Desvian Bandarsyah mengatakan, dalam menghadapi bonus demografi mahasiswa dapat menjalankan dan memaksimalkan perannya melalui upaya peningkatan kualitas dirinya. "Ini perlu dilakukan agar mereka menjadi generasi yang kuat dan memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat dan bangsa Indonesia di masa depan," katanya dalam keterangan persnya, Rabu (20/9).

Oleh karena itu peningkatkan kemampuan dan kualitas diri generasi muda, termasuk mahasiswa sangat penting dilakukan. Apalagi saat ini Indonesia belum bisa menerima ide satu keluarga satu anak, atau memperketat aturan satu keluarga maksimal dua anak.

"Ide seperti itu belum bisa diterapkan di Indonesia, mengingat gagasan dan doktrin agama masih menjadi bagian yang kuat dalam tradisi berpikir masyakat. Misalnya banyak anak banyak rejeki," ujar Desvian.

Ada persoalan agama dan sosial serta cara pandang kita yang belum sampai pada ide pembatasan anak dengan ketat. Makanya hal terpenting membangun kesadaran masyarakat harus terus dilakukan, bahwa anak perlu dibekali dengan pendidikan dan sarana yang baik agar anak dapat menjalani hidup di masa depan dengan baik.

Pendidikan dan pembekalan skill kepada anak-anak menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh bangsa ini jika ingin menjadi salah satu  pemain utama dalam dinamika global. Pendidikan adalah investasi yang tidak boleh diabaikan oleh bangsa ini. 

"Tanpa pendidikan bangsa kita akan semakin dalam tertinggal dari bangsa lain di dunia. Namun di sisi lain laju pertumbuhan penduduk Indonesia memang perlu diwaspadai," kata Desvian.

Kita merupakan negara kelima dengan pertumbuhan penduduk terbesar di dunia. Fakta itu perlu dibaca dalam konteks yang holistik. Ini terkait dengan pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan human development index manusia Indonesia. 

Dengan memperkuat kemampuan dan skill bangsa ini diharapkan pertumbuhan yang tinggi memberi benefit bagi penguatan SDM Indonesia yang handal. Pada gilirannya akan memperkuat daya saing Indonesia di panggung dinamika global.