Kamis , 14 September 2017, 18:37 WIB

Masayu dan Nimas, Robot Penari Karya Mahasiswa ITB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Yudha Manggala P Putra
http://kemahasiswaan.itb.ac.id
Robot Penari ITB
Robot Penari ITB

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Robot menjadi inovasi teknologi yang banyak dikembangkan di berbagai negara untuk membantu manusia dalam mengerjakan suatu hal. Namun dalam pengembangnnya, robot tak melulu difungsikan sebagai pekerja,namun sebagai sarana penghibur.

Salah satunya yang dikembangkan sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mencoba membuat inovasi teknologi yang kreatif yakni robot yang lain dari biasanya. Mereka menciptakan robot yang dijadikan sebagai alat pertunjukan dan hiburan.

Dinamai Masayu dan Nimas, dua robot ini tidak difungsikan membantu pekerjaan manusia tapi untuk menari. Robot ini bisa meliak-liuk bak penari untuk menghibur.

Robot penari ini buatan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam tim Dago Concordia. Tim yang memiliki latar belakang keilmuwan beragam ini, beranggotakan Adi Sutowijoyo, Megah Derlian. S, Hasna Shalihah, Fathur Ichwanuttaqwa, Farida Sunar Primastuti, Dzar Bela .H, Furqon Aji .Y, Chessa Nur, Bernard Renardi, Khayima Arnisti, Kavita Nur F., Yunisa Rahmah, Anggi Jasmine, dan Muhammad Daud.

Salah satu anggota tim, Adi Sutowijoyo mengatakan, robot ini pernah diikutsertakan pada Kompetisi Robot Indonesia (KRI) 2017 dan merupakan robot pertama buatan tim ini. Pasalnya, jika dalam KRI sebelumnya, robot yang dipakai merupakan hasil pengembangan, namun di KRI 2017 robot tari ini dibuat dari nol.

Tema KRI 2017 untuk kategori Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) yakni tarian Gending Sriwijaya. Gerakan tari tersebut cukup kompleks, sehingga kami cukup kesulitan dalam pengaturan gerakan robotnya agar bisa lebih sesuai, katanya seperti dalam siaran pers ITB, Kamis (14/9).

Ia menuturkan robot yang termasuk dalam jenis robot Humanoid(menyerupai manusia) ini memiliki keunikan, khususnya dalam tingkat derajat kebebasan gerakan. Menurut Adi, jika umumnya robot humanoid memiliki derajat kebebasan sebanyak kurang lebih 20 namun, pada robot tari ini derajat kebebasannya bisa mencapai 26 gerakan.

Robot yang dinamai Masayu dan Nimas ini pun memiliki sensor suara yang cukup sensitif. Sehingga ketika panitia menyetel musik, maka kedua robot berwajah ayu itu langsung melakukan gerakan khas Gending Sriwijaya.

Untuk penilaian kompetisinya, robot harus secara otomatis bergerak saat diperdengarkan musik. Dan berhenti saat musik dimatikan. Penilaian lainnya, yakni soal sinkronisasi gerakan robot dan musik khas tari Gending Sriwijaya. Robot juga harus mampu melakukan gerakan tertentu di area yang ditentukan panitia, tuturnya.

Berita Terkait