Senin , 21 August 2017, 04:11 WIB

Indonesia Butuh 4.000 Ton Madu per Tahun

Red: Irwan Kelana
Dok IPB
Suasana seminar nasional perlebahan yang digelar di IPB  Bogor, Sabtu (19/8).
Suasana seminar nasional perlebahan yang digelar di IPB Bogor, Sabtu (19/8).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Ratusan peserta menghadiri Seminar Nasional Perlebahan yang diadakan oleh Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Auditorium FMIPA, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (19/8).

Seminar yang terselenggara atas kerja sama Departemen Biologi FMIPA IPB dengan Asosiasi Perlebahan Indonesia (API), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, serta didukung oleh 3bee ini mengusung tema “Konservasi Keanekaragaman Lebah Indonesia untuk mendukung Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat”.

Ketua panitia  Dr Tri Atmowidi menyebutkan, peserta seminar adalah perwakilan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, dan Universitas Nasional Jakarta. Selain itu, wakil dari  Universitas Hasannudin, Universitas Andalas, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, STKIP PGRI Sumatera Barat, dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

“Seminar perlebahan ini merupakan yang pertama di Indonesia. Dengan adanya seminar ini diharapkan terbentuk jejaring antara peneliti perlebahan dan mahasiswa di perguruan tinggi, instansi pemerintah dan asosiasi,” katanya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (20/8).

Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerja Sama IPB Prof Dr  Anas Miftah Fauzi, mengatakan lebah memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia di bidang pangan, pertanian, lingkungan sampai kesehatan. Dikatakannya, kebutuhan Indonesia akan madu mencapai 3.600-4.000 ton per tahun.

"Karenanya, menjadi tantangan bagi kita untuk memenuhi angka kebutuhan madu nasional tersebut. IPB sangat mendukung seminar ini, semoga terjalin sinergi yang dapat mengoptimalkan fungsi potensial lebah," ujarnya.

Kasubdit Industri Kecil Menengah (IKM) Minuman dan Bahan Penyegar Dit Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur, Kementerian Perindustrian RI,  Ir Junaidi MM mengatakan, dengan adanya seminar ini diharapkan dapat berdampak positif pada petani lebah.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai perlebahan antara IPB, KLHK, dan API. "Melalui kerja sama perlebahan ini harapannya dapat meningkatkan pendapatan nasional,” kata Dr. Apik Karyana dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, KLHK RI.

Seminar Nasional Perlebahan ini menampilkan  para pembicara yang menekuni bidang perlebahan, yakni Wakil Ketua API James S. Hutagalung; Prof Ali Agus DAA dari UGM; Prof Dr Damayanti Buchori (Perhimpunan Entomologi Indonesia); Dr Rika Raffiudin (IPB); Prof Dr  Siti Salmah (Universitas Andalas); Dr  Muhammad Sahlan (UI); dan Drs Suratmono MP (BPOM: SNI Madu).