Kamis , 17 Agustus 2017, 17:41 WIB

Tiga PTN Terbaik Versi Kemenristekdikti: UGM, ITB dan IPB

Red: Irwan Kelana
antara
IPB meraih predikat ketiga PTN terbaik versi Kemenristekdikti.
IPB meraih predikat ketiga PTN terbaik versi Kemenristekdikti.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Usai perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-72 di lapangan kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Mohamad Nasir, mengumumkan klasterisasi dan pemeringkatan perguruan tinggi (PT) tahun 2017 kelompok non politeknik dan politeknik.

Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pengumuman klasterisasi tersebut meraih peringkat ketiga stelah Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). "Alhamdulillah, IPB mendapatkan penghargaan peringkat tiga dari Kementerian Ristekdikti. Naik dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu peringkat empat, sekarang kembali menjadi peringkat tiga. Karena sebelumnya juga pernah peringkat tiga," ujar Rektor IPB, Prof  Dr Herry Suhardiyanto dalam rilis IPB  yang diterima Republika.co.id, Kamis (17/8).

Herry menambahkan, pengumuman pemeringkatan PT yang sudah dilakukan oleh Kemenristekdikti sejak tahun 2015. Ini bertujuan untuk membangun landasan klasifikasi dan pemeringkatan PT guna perbaikan terus-menerus PT maupun untuk menilai tingkat kesehatan organisasi PT di Indonesia.

Hasil pemeringkatan PT ini juga merupakan landasan bagi pembentukan kebijakan peningkatan kualitas dan/atau untuk kepentingan pembinaan PT. "Ini adalah bentuk dari kontribusi IPB, segenap warga IPB untuk melaksanakan tridharma perguruan tinggi dilihat dari penilaian yang komprehensif oleh Kemenristekdikti melalui tridharma perguruan tinggi yaitu penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada mayarakat," tambah Herry.

Ia mengutip pernyataan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti RI yang menjelaskan aspek, indikator, dan data yang digunakan dalam Klasterisasi PT yakni dilihat dari aspek sumberdaya manusia, kelembagaan, kemahasiswaan, penelitian dan publikasi.

Herry mengemukakan, di atas itu semua bukan persoalan peringkat yang menjadi segalanya dari target IPB. Baginya, peran IPB untuk bangsa dan umat manusia itu yang jauh lebih penting.

"Insya Allah dengan kerja keras dan dedikasi yang tinggi dari segenap keluarga IPB, walaupun banyak keterbatasan, kita harus terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik," pungkasnya.