Jumat , 11 August 2017, 15:46 WIB

Mahasiswa Ciptakan Paving Ramah Lingkungan dari Sampah

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih
 Pekerja menata batu paving blok (ilustrasi)
Pekerja menata batu paving blok (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencoba menciptakan paving yang ramah lingkungan dari sampah plastik. Hal ini dilakukan sebagai salah satu kontribusinya pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

KKN merupakan sebuah program dari UMM yang dilakukan untuk mengabdi kepada masyarakat demi memperbaiki keadaan desa yang kurang  sejahtera. Kegiatan tahun ini disebar di desa-desa di beberapa kabupaten di Jawa Timur. Salah satunya di Desa Tulungrejo, Ngantang, Kabupaten Malang oleh Kelompok KKN 18 UMM.

Ketua Kelompok KKN 18 UMM Dicky Alreandy mengatakan, program yang diberikan untuk masyarakat sangat beragam. "Salah satunya adalah pengolahan sampah plastik menjadi paving," ujar Dicky.

Menurut Dicky, sampah sudah menjadi sebuah momok yang menghantui setiap kota yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, timnya berkeinginan menguji coba limbah plastik sebagai bahan dasar paving ramah lingkungan. Semua ini dilakukan atas kepedulian para mahasiswa KKN 18 UMM terhadap sampah plastik yang kurang dimanfaatkan oleh warga Desa Tulungrejo.

Mengenai paving, Dicky menjelaskan, ini ciptakan tidak kalah kualitasnya dengan paving yang dijual di pasaran. Selain kuat, paving yang memanfaatkan limbah plastik ini juga anti air dan bahan baku mudah untuk didapat.

Ketua Divisi Lingkungan Kelompok KKN 18 UMM Rinaldy Rasyid menambahkan, cara pengolahan sampah plastik menjadi paving sebenarnya cukup mudah. Pengolahannya hanya dengan membakar sampah plastik hingga meleleh. Kemudian dituangkan ke dalam cetakan paving yang terbuat dari besi.

Langkah berikutnya, dia melanjutkan, sampah yang dibakar sebelumnya harus melalui proses pencucian dan pengeringan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar tidak ada sisa-sisa tanah yang menempel nantinya.

Dengan adanya program kerja ini, dia menilai, tidak hanya dapat mengurangi masalah sampah yang menumpuk. Program ini nantinya juga dapat membantu perekonomian masyarakat desa Tulungrejo. Terlebih lagi, tambah dia, paving yang dihasilkan dari sampah plastik ini dapat dijual.