Senin , 17 Juli 2017, 22:07 WIB

Teliti Kanker Serviks Stadium Lanjut, Fitriyadi Raih Doktor

Red: Ichsan Emrald Alamsyah
ANTARA/Andika Betha
Warga membaca buklet berisi informasi tentang Kanker Serviks, pada acara Sehat Siaga Serviks
Warga membaca buklet berisi informasi tentang Kanker Serviks, pada acara Sehat Siaga Serviks

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Dr dr Fitriyadi Kusuma Djajasasmita, Sp.OG (K) berhasil mempertahankan disertasi dalam ujian terbuka di Fakultas Kedokteran UI Salemba, Jakarta Pusat, Senin (17/). Fitriyadi yang meraih gelar doktor meneliti kadar survivin, telomerase, dan sitokrom C sebagai prediktor respon terapi radiasi pada pasien karsinoma sel skuamosa serviks stadium IIIB.

Fitriyadi yang juga dokter di Rumah Sakit Pondok Indah sukses mempertahankan disertasi di hadapan promotor Prof Dr dr Andrijono, Sp.OG (K) dan co-promotor Dr dr Laila Nuranna, Sp.OG (K), dan Dr dr Ani Retno Prijanti, M.S.

Adapun tim pengujinya dalah Dr dr Suhendro, Sp.PD-KPTI, Prof Dr dr Bambang Sutrisna, M.Epid, Dr dr Sri Mutrya Sekarutami, Sp.Rad (K) OnkRad, Dr dr Primariadewi Rustamdji, Sp.PA(K), Dr dr Jacub Pandelaki, Sp.Rad (K), dan Dr dr Supriadi Gandamihardja, Sp.OG (K). Setelah melalui sesi tanya jawab, Tim Penguji memutuskan, Fitriyadi dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan serta mendapatkan nilai  A

Dalam risetnya, Fitriyadi menyebut kanker serviks merupakan penyakit yang sering terjadi pada perempuan dan berhubungan erat dengan infeksi virus human papilloma (HPV). Pada 2008 lalu, WHO menyatakan terdapat 528 ribu kasus baru kanker serviks dan 10 persen merupakan kanker serviks stadium invasif.

Fitriyadi menjelaskan, kanker serviks menyebabkan kematian 266 ribu perempuan setiap tahunnya. Dari angka itu, 88 persen terjadi di negara berkembang. Menurut dia, kanker serviks menempati posisi ke-5 terbanyak dari seluruh kanker pada manusia dan nomor tiga dari seluruh kanker pada perempuan, setelah kanker payudara dan kanker kolorektal.

"Bahkan, Kementerian Kesehatan memperkirakan kejadian kanker serviks berkisar 100 per 100 ribu penduduk," ujarnya.

Fitriadi mengatakan, angka kesintasan lima kanker serviks di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) tahun 2012 adalah 73 persen pada stadium I, 52 persen pada stadium II, 31 persen pada stadium III, dan 0 persen pada stadium IV. Dia menuturkan, angka kematian kanker serviks di Indonesia masih tinggi karena 90 persen pasien yang datang dengan diagnosis kanker invasif stadium lanjut atau terminal. 

"Sebanyak 66,4 persen pasien kanker serviks yang datang ke RSCM diterima pada stadium lanjut (IIIB sampai IVB) sehingga pengobatannya sering mengecewakan," ujar Fitriyadi.