Jumat , 19 Mei 2017, 10:25 WIB

Teliti Peran Spiritualitas Terhadap Kinerja Guru, Imron Raih Gelar Doktor

Red: Yusuf Assidiq
 Ujian  Promosi Doktor Psikologi Pendidikan  Islam Program Pasca Sarjana UMY.
Ujian Promosi Doktor Psikologi Pendidikan Islam Program Pasca Sarjana UMY.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Isu-isu spiritual telah menarik perhatian para pegiat penelitian dalam bidang psikologi. Dalam pengembangan organisasi, spiritualitas dianggap bermanfaat terhadap pemberdayaan organisasi karena dipandang sebagai penyebab terhadap prevalensi tingkat komitmen di tempat kerja dan memiliki hubungan yang menarik terhadap psychological capital atau modal psikologi.

Semakin tinggi tingkat spiritualitas maka semakin tinggi psychological capital  yang dimiliki seseorang. Spiritualitas dianggap sebagai sarana untuk meningkatkan integritas, motivasi, dan kepuasan kerja, selain juga dapat memberikan kontribusi dalam keberhasilan bekerja.

Seseorang yang dibimbing dengan spiritualitas akan menghasilkan kebiasaan moral  dan yang baik serta menghantarkannya menjadi jujur, loyal, serta dapat dipercaya dan mempunyai integritas.

Kesimpulan itu disampaikan Imron, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Jawa Tengah, saat menyampaikan disertasinya berjudul ‘Peran Spiritulaitas terhadap Kinerja Guru Dilihat dari Komitmen Organisasi, Modal Psikologis, dan Perilaku Kewargaorganisasian’  dalam Ujian  Promosi Doktor Psikologi Pendidikan Islam Program Pasca Sarjana UMY, di Gedung Pascasarjana UMY, Kamis (18/5).

Imron menuturkan, penelitiannya merupakan kombinasi antara kualitatif dan kuantitatif atau dikenal dengan mixed methods. “Adapun  populasi penelitian dilakukan terhadap 345  populasi guru  dengan sampel 171 guru SMP Muhammadiyah di Kabupaten Magelang,” ujar Imron, dalam siaran pers.

Menurutnya,  teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling  dengan teknik pengumpulan data menggunakan skala.

Prof  Yunahar Ilyas dan Dr Khoirudin Bashori merupakan Promotor I dan II selama disertasi dilakukan. Melalui disertasinya tersebut, Imron  berhasil lulus dengan IPK 3,88. Dalam sidang  terbuka yang diketuai Prof Tulus Warsito dengan tujuh anggota  penguji tersebut, Imron dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude.

Rektor UM Magelang, Ir Eko Muh Widodo yang hadir pada acara sidang terbuka ini menyatakan turut berbahagia atas gelar yang diperoleh oleh Dr Imron sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM UM Magelang. “Dr Imron merupakan doktor ke-12 di UM Magelang dan jumlah tersebut akan terus bertambah dalam jangka waktu dekat,” katanya.