Rabu , 19 April 2017, 17:07 WIB

Mau Ukur Kemampuan Prediksi SBMPTN, Yuk Ikut Ujian Daring Ini

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Edi Yusuf
Persiapan SBMPTN: Petugas memasangkan nomor peserta menjelang Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kampus ITB, Jl Ganeca, Kota Bandung, Senin (25/5). SBMPTN serempak di gelar 31 Mei 2016.
Persiapan SBMPTN: Petugas memasangkan nomor peserta menjelang Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kampus ITB, Jl Ganeca, Kota Bandung, Senin (25/5). SBMPTN serempak di gelar 31 Mei 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur masuk Seleksi Bersama Masuk Perguran Tinggi Negeri (SBMPTN) tak lama lagi akan digelar. Ujian tulis dilakukan tanggal 16 Mei 2017, sedangkan ujian keterampilan tanggal 17 Mei 2017. Pengumuman hasil seleksi SBMPTN pada tanggal 13 Juni 2017.

Sebelum mengikuti ujian SBMPTN, tak ada salahnya calon mahasiswa mengikuti simulasi lebih dahulu. Sebagai alternatif, calon mahasiswa bisa mengikuti simulasi melalui Prime Mobile. Direktur Prime Mobile, Ahmad Nur Sodik mengatakan dengan mengikuti simulasi ini, calon mahasiswa bisa mengetahui peluang diterima di universitas yang dipilih.

"Kita memiliki tim profesional yang bisa memprediski soal-soal yang akan keluar pada SBMPTN," ujar Sodik, saat dihubungi Republika.co.id, baru-baru ini.

Sodik mengatakan, Prime Mobile memiliki fitur University Selection System (USS) yang bisa memprediksi peluang diterima di jurusan yang diinginkan. Jika ternyata tidak diterima, Prime Mobile bisa memberikan rekomendasi jurusan yang sesuai atau universitas yang masuk dari sisi passing grade.

Misalnya, calon mahasiswa memilih Jurusan Kedokteran Umum di Universitas Indonesia, namun berdasarkan simulasi tes tidak diterima, maka Prime Mobile akan merekomendasikan calon mahasiswa untuk mengambil prodi yang lain agar hasil tes bisa masuk. Simulasi tes akan dilaksanakan tanggal 1 Mei dengan mendaftarkan melalui http://www.primemobile.co.id/event/sbmptn.

Sodik menuturkan, Prime Mobile merupakan pengembangan dari Prime Generation, lembaga bimbingan belajar yang sudah memiliki 34 cabang di Indonesia. Lahirnya Prime Mobile ini, kata Sodik berawal dari riset yang menyebutkan banyaknya siswa yang tidak mendapatkan akses tambahan belajar di kelas atau privat. Melalui Prime Mobile, siswa bisa belajar mandiri sesuai keinginan dari para siswa secara daring. Dari bimbingan daring ini, para siswa mendapatkan paket latihan soal dan juga pembahasannya melalui video.

"Tim RnD (riset dan pengembangan-red) kami terdiri dari pengajar profesional, pengajar olimpiade, penulis buku profesional sehingga dari sisi konten kita memiliki nilai plus," kata dia.

Bukan hanya memberikan fasilitas belajar secara daring, Prime Mobile juga memberikan edukasi dan tips-tips belajar. Misalnya, sedari awal siswa member Prime Mobile sudah berkeinginan untuk mengambil kuliah di jurusan tertentu. Tim Prime Mobile akan memberikan rekomendasi mata pelajaran apa yang seharusnya dikuatkan dan dijaga nilainya sehingga dalam belajar di Prime Mobile ini siswa bisa memperoleh tujuan belajar yang diinginkan.

Prime Mobile ini menyediakan bantuan bimbingan belajar untuk siswa kelas empat SD hingga kelas tujuh. Saat ini, member Prime Mobile tercatat 12 ribu siswa. 

Berita Terkait