Rabu , 15 Februari 2017, 00:37 WIB

2 Fakultas UMM Jadi Percontohan E-Learning dan Daftar Hadir Online

Rep: Christiyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih
eLearning
eLearning

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Menjelang perkuliahan semester genap, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semakin mematangkan sistem akademik. Hal ini dilakukan dengan diadakannya pelatihan E-Learning (Google Classroom) dan Presensi Online bagi Dosen Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Agama Islam (FAI) selama dua hari, Kamis-Jumat (9-10/2) lalu.

Pelatihan ini menyongsong akan diberlakukannya sistem presensi dan pembelajaran dalam jaringan (daring) di UMM. FH dan FAI menjadi dua fakultas yang dikenai proyek percontohan sebelum program ini diaplikasikan di semua fakultas. Dari semua perguruan tinggi di Malang, UMM menjadi kampus pertama yang akan menerapkan teknologi ini.

Kepala Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom) UMM, Suyatno, mengatakan, e-learning dan presensi daring ini akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem akademik, serta mengurangi penggunaan kertas yang berlebihan.

“Dulu UMM sudah mengaktifkan e-learning, lalu terhenti karena ada beberapa kendala. Kini, teknologi sudah semakin maju, sehingga penting untuk mengaktifkan dan mengembangkan e-learning kemba­li. Ini akan memudahkan dosen dan mahasiswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran sehari-hari,” ujar Suyatno.

Nantinya, presensi tak lagi dilakukan dengan dosen yang memanggil nama mahasiswa atau mahasiswa yang membubuhkan tanda-tangan. Presensi cukup dilakukan dengan memindai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) menggunakan mesin pemindai kode bar (barcode scanner) yang akan terhubung dengan aplikasi pada Chromebook, sejenis komputer jinjing (laptop) khusus untuk pembelajaran.

Menariknya, kehadiran dan durasi pembelajaran yang dilakukan dosen dan mahasiswa akan tercatat secara otomatis melalui chromebook. Mahasiswa tercatat ketika mahasiswa memindai KTM-nya. Sementara durasi pembelajaran dosen terekam sejak log in hingga log out pada akun email UMM yang dimiliki tiap dosen.

“Ini adalah program yang revolusioner. Semua akan tercatat akurat dan tak perlu bekerja secara manual. Data akan otomatis tersimpan dan monitoring dari pimpinan ke dosen atau dosen ke mahasiswa akan lebih cepat,” kata Suyatno.

Di samping urusan presensi, program ini juga memanfaatkan teknologi dari google classroom, yakni membuat ‘kelas’ daring. Dosen bisa memberikan tugas pada mahasiswa melalui aplikasi tersebut dan mahasiswa juga bisa langsung mengunggah tugasnya. Mahasiswa yang mengumpulkan tugas akan langsung tampak begitu pula yang belum. Dosen juga saat itu bisa memberikan komentar pada tugas yang dikumpulkan mahasiswa, serta memberinya nilai.