Rabu , 01 February 2017, 22:32 WIB

Telkom University Kirim 40 Mahasiswa Belajar ke Luar Negeri

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Irfan Fitrat
Telkom University
Telkom University

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONGSOANG — Telkom Universty berupaya mendorong mahasiswanya berdaya saing dalam menghadapi globalisasi tenaga kerja. Salah satu strateginya dengan mengirim mahasiswa untuk belajar ke luar negeri.  

Setiap tahunnya ada sekitar 40 mahasiswa yang dikirim ke luar negeri. Rektor Telkom University Mochamad Ashari mengatakan, para mahasiswa mengambil kuliah di luar negeri guna menambah dan memperluas wawasan. “Kami juga menerima sejumlah mahasiswa dari berbagai negara yang ingin belajar di Telkom University,” kata dia, Selasa (1/2).

Menurut Ashari, mahasiswa asing yang belajar di Telkom University, antara lain berasal dari Jerman, Belanda, Tajikistan, Thailand, Korea, Uzbekistan, dan Italia. Ia mengatakan, universitasnya pun melakukan kolaborasi riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dengan 30 negara. Selain itu, ada kerja sama program double degree dan pertukaran dosen.

Telkom University yang dibentuk 31 Agustus 2013 merupakan gabungan sejumlah instansi pendidikan yang ada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT). Yaitu, gabungan Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia (STISI) Telkom, serta Politeknik Telkom. Saat ini, kata Ashari, Telkom University sudah mendapatkan akreditasi A. Ada tujuh item yang dinilai saat proses akreditasi. Mencakup sumber daya manusia, prestasi, penelitian, dosen, serta mahasiswa. “Itu semuanya dinilai. Berarti dalam tiga tahun ini kita perbaiki semua sektor,” ujar dia.