Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jadi IAIN, STAIN Bengkulu Dapat Hibah Rp 50 Miliar

Rabu, 13 Maret 2013, 14:48 WIB
Komentar : 0
STAIN Bengkulu

REPUBLIKA.CO.ID,BENGKULU--Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAIN) secara resmi beralih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Rabu (13/3). Selain diresmikan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, IAIN juga segera menerima hibah aset Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah mengatakan, sesuai komitmen Gubernur periode sebelumnya, jika STAIN beralih status menjadi IAIN, Pemprov akan menghibahkan aset-aset yang ada di STAIN pada IAIN.

Aset yang akan dihibahkan pemprov adalah seluruh gedung bekas Seleksi Tiwalatil Qur'an (STQ) atau Mushobaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ). Termasuk masjid yang ada dikawasan gedung tersebut. " Nilai otalnya Rp. 50 miliar, gedung 3 unit dan masjid," kata Hamsyah usai peresmian alih status IAIN Bengkulu, Rabu (13/3).

Hibah aset pemprov ini masih menunggu persetujuan DPRD. Sebab, hibah ini menyanngkut aset pemprov Bengkulu. Hamsyah menegaskan pihaknya akan secepatnya mengurus hibah ini. Saat ini tinggal syarat administrasi yang harus dipenuhi. Hamsyah tidak menarget kapan hibah ini direalisasikan. "Ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus," tambah dia.

Menteri Agama, Suryadharma Ali mengapresiasi dukungan Gubernur Bengkulu pada IAIN. Hibah yang diberikan oleh Pemprov adalah bentuk dukungan pemprov terhadap pendidikan Islam di Bengkulu. Namun, kata Suryadharma Ali, masih banyak yang butuh diperbaiki di IAIN Bengkulu.

Misalnya, tambah Menteri dari Partai Persatuan Pembanguan (PPP) ini, ada beberapa gedung yang butuh direnovasi karena sudah dimakan usia. Selain itu, masih banyak yang perlu ditambahkan untuk membangun IAIN Bengkulu menjadi kampus Islam yang disegani.

"Yang kurang, ditambahkan, yang belum diperbaiki segera diperbaiki," kata Suryadharma Ali usai meresmikan IAIN Bengkulu.

Reporter : agus raharjo
Redaktur : Taufik Rachman
1.078 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda