Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bangun Sistem IT, ITS Gandeng Google

Selasa, 26 Februari 2013, 17:30 WIB
Komentar : 0
Google

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Teknologi dan Sistem Informasi (BTSI) Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS)  melakukan kerjasama dengan perusahaan search engine dunia, Google. Kerjasama BTSI ITS itu meresmikan migrasi e-mail resmi ITS dari webmail ke gmail. 

Kepala Pusat Pelayanan Teknologi Informasi BTSI ITS, Arief Rahman mengatakan, kerja sama ini dilakukan karena melihat kebutuhan mahasiswa ITS. Sebagai civitas akademika kampus teknik, aktivitas mahasiswa ITS tak pernah lepas dari jeratan Teknologi Informasi (TI).

Namun, kebutuhan tersebut selama ini belum bisa terpenuhi dengan maksimal karena minimnya infrastruktur. “Banyak mahasiswa yang sering komplain kepada kami tentang koneksi internet yang lamban, kurang stabil hingga jaringan internet putus,” ungkap Arief.

Untuk itu, guna menyelesaikan permasalahan tersebut, BTSI berani menjalin kerja sama dengan perusahaan search engine terkemuka dunia, Google. Untuk kerja sama perdana, BTSI  memindahkan e-mail resmi ITS yang sebelumnya webmail menjadi gmail.

Arief menjelaskan, pemindahan ini dilakukan untuk meningkatkan layanan terhadap pengguna e-mail resmi ITS. Dengan menggunakan gmail, kapasitas penyimpanan e-mail akan bertambah hingga 25 gigabyte. Selain itu, tingkat keamanan gmail tinggi dan fitur yang ditawarkan lebih variatif.

Yang lebih penting lagi, terang dia, meskipun telah dipindah menjadi gmail, domain yang terdaftar tetap milik ITS. Sehingga, proses pengawasan dan pengelolaan e-mail sepenuhnya dilakukan oleh BTSI ITS. “Sebelum kami resmikan hari ini, kami sudah melakukan ujicoba di tiga jurusan dan hasilnya lancar tidak ada masalah,” jelasnya.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Hafidz Muftisany
4.612 reads
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...