Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Universitas Ahmad Dahlan Kembangkan Kurikulum Kewirausahaan

Jumat, 22 Februari 2013, 11:06 WIB
Komentar : 0
.
Kampus Universitas Ahmad Dahlan

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta 2013 ini telah mengembangkan kurikulum enterpreneurship atau kewirausahaan. Kewirausahaan tersebut bahkan telah masuk dalam mata kuliah khusus di kampus tersebut dengan perhitungan tiga sistem kredit semester (SKS).

"Semua program studi telah mengembangkan itu. Bahkan ada yang menambahkan dalam praktek kerja lapangan (PKL) di akhir studinya," terang Wakil Rektor bidang akademik UAD, Safar Nashir usai pembukaan seminar kewirausahaan yang digelar UAD bekerjasama dengan Ikatawan Wanita Pengusaha (IWAPI), Jumat (22/2).

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Dewi Motik Pramono. Menurut Safar, dalam mata kuliah kewirausahaan ini mahasiswa dikenalkan tentang dunia usaha dan seluk beluknya. Melalui langkah ini pihaknya ingin menggugah mahasiswa untuk memiliki greget berwirausaha setelah lulus nanti.

Selain melalui mata kuliah, UAD juga melakukan pelatihan khusus kewirausahaan ketika mahasiswa memasuki tingkar akhir. Dan untuk mengenalkan dunia kerja, UAD membuka program student employment.

Melalui program itu, mahasiswa tingkat akhir diseleksi untuk ditempatkan bekerja di unit-unit kerja milik UAD. "Mereka mendapat insentif khusus, pekerjaan sendiri dilakukan di sela-sela kuliah," tambahnya.Program tersebut digelar selama setahun.

Diakui Safar, jumlah wirausaha di Indonesia saat ini baru 0,24 persen dari jumlah penduduk yang ada. Padahal di negara maju jumlah enterprenuer tersebut sudah lebih dari dua persen. "Ini masih sangat kecil. Kita masih butuh 4,4 juta wirausaha lagi untuk mendorong bangsa ini maju," jelasnya.

Karenanya kata Safar, melalui langkah tersebut UAD berharap bisa menambah jumlah wirausaha di Indonesia. "Jangan sampai mahasiswa UAD nenteng ijazah menjajakannya kemana-mana. Tetapi mereka justru menciptakan lapangan kerja," tandasnya.

Reporter : yulianingsih
Redaktur : Taufik Rachman
601 reads
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...