Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mendikbud: Masyarakat Sensitif dengan Pelayanan Perguruan Tinggi

Senin, 11 Februari 2013, 10:41 WIB
Komentar : 0
Republika/Asep Wijaya
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhammad Nuh, memberikan pernyataan kepada wartawan usai mengunjungi empat SD di Depok, yaitu SDN Cilodong 2, Sukamaju 2 dan 3 serta Tugu 3. Dia mengatakan akan terus membenahi sekolah rusak

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menuturkan sensitivitas masyarakat terhadap pelayanan pendidikan sangat tinggi.

Hal ini diungkapkan Nuh saat membuka Rembuk Nasional (Rembuknas) Pendidikan dan Kebudayaan 2013 di Depok Senin (11/2). "Sensitivitas masyarakat terhadap pelayanan pendidikan sangat tinggi seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan," ujar Nuh.

Menurut Nuh ada dua alasan mengapa sensitivitas masyarakat terhadap pelayanan pendidikan sangat besar. Pertama karena tidak ada masyarakat Indonesia yang tidak bersentuhan dengan pendidikan. "Jika dia tidak bersekolah, dipastikan anak ataupun kerabatnya ada yang bersekolah,''kata Nuh.

Kedua alokasi anggaran pendidikan yang sangat tinggi menuntut pemerintah untuk bekerja keras memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik.

Karena itu Nuh mengatakan persiapan pelaksanaan program pendidikan perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dalam Rembuknas 2013. "Rembuknas ini sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab untuk menyiapkan pendidikan sesuai RPJMN dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," ujar Nuh.

Nuh juga berharap pasca Rembuknas 2013 segala program peningkatan kualitas pendidikan Indonesia semakin meningkat.

Reporter : fenny melisa
Redaktur : Taufik Rachman
1.078 reads
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda