Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jadi PTN, Unsulbar Bakal Disuntik Rp 150 Miliar

Kamis, 07 Februari 2013, 09:00 WIB
Komentar : 0
Universitas Sulawesi Barat

REPUBLIKA.CO.ID,MAMUJU--Gubernur Sulawesi Barat H Anwar Adnan Saleh menyatakan, Komisi X DPR RI bersedia mengalokasikan anggaran untuk Unsulbar Rp150 miliar apabila proses penegerian bisa keluar pada medio Maret 2013.

"Saat ini kita telah menunggu Keputusan Presiden (Kepres) terkait proses penegerian Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Jika ini dapat terwujud maka pemerintah pusat akan mengalokasikan APBN-Perubahan tahun 2013 sebesar Rp150 miliar," kata Gubernur Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu.

Karena itu, lanjutnya, upaya untuk menjadikan Unsulbar menjadi perguruan tinggi negeri terus didorong agar kelak bisa mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat. "Ini bukan perkara mudah. Makanya, kita percayakan Jamil Barambangi selaku sekretaris Yayasan untuk mengurus proses percepatan PTN Unsulbar," ungkapnya.

Gubernur yang juga ketua Yayasan Unsulbar menyampaikan, pihak Komisi X telah melakukan komunikasi dengan Dikti terkait penyiapan dana untuk Unsulbar.

"Segala bentuk upaya dan kerja keras pemerintah di Sulbar telah dilakukan dalam rangka menegerikan Unsulbar menjadi PTN. Kita harap, Kepresnya turun awal Maret ini," katanya.

Komitmen Pemprov Sulbar untuk menjadikan Unsulbar menjadi PTN kata dia, dengan menghadirkan Wakil Presiden (Wapres) Boediono, dan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) ke Sulbar pada Februari 2011 untuk menyetujui penegerian Unsulbar, dan Wapres menyetujuinya.

"Saat itu pemerintah Sulbar memberikan dokumen mengenai upaya penegerian Unsulbar dan Wapres menerimanya dan dokumen itu telah dirapatkan di Istana Wapres agar Unsulbar dapat menjadi PTN," ungkapnya.

Gubernur menambahkan, lahan sekitar 30 hektare untuk Unsulbar di Majene juga tidak bermasalah karena telah disertifikasi," ucapnya.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
1.302 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...