Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mahasiswa Bidik Misi Jadi Prioritas Universitas Andalas

Selasa, 05 Februari 2013, 13:42 WIB
Komentar : 0
Universitas Andalas

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG--Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, akan memprioritaskan mahasiswa dari program Bidik Misi dalam evaluasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 jalur undangan.

"Pada tahun ini Unand akan lebih fokus dalam penerimaan mahasiswa dari program Bidik Misi," kata Wakil Rektor I Unand Febrin Anas Ismail, di Padang, Selasa. Febrin menyebutkan, dari 60 persen kuota SNMPTN jalur undangan, Unand memperoleh jatah sebanyak 800 orang mahasiswa dari program Bidik Misi.

Jumlah ini sama seperti kuota Bidik Misi yang diperoleh Unand pada tahun lalu. Hanya saja tahun ini kualitas sumber daya mahasiswanya akan lebih meningkat. "Bukan hanya dalam bentuk ketidakmampuan ekonomi, namun juga prestasi akademik akan diutamakan," katanya.

Dia menjelaskan, seluruh siswa sekolah di Indonesia memiliki hak untuk mengikuti program Bidik Misi di Unand. "Dengan cara ini diharapkan akan memunculkan mahasiswa yang lebih beragam dengan prestasi akademik yang tinggi," katanya.

Meskipun demikian, kata dia, calon mahasiswa yang berasal dari Sumbar akan lebih diutamakan dengan syarat tidak mampu secara ekonomi, namun berprestasi.

"Untuk syarat, ketentuan, dan tujuan Bidik Misi tetap sama seperti tahun lalu, yang berbeda hanya cara melakukan pendaftaran melalui sistem 'online' (dalam jaringan)," katanya.

Setelah itu siswa melakukan pendaftaran SNMPTN 2013 secara online sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

"Ini menjadi salah satu prasyarat dalam evaluasi penentuan jumlah mahasiswa Unand melalui jalur undangan pada SNMPTN tahun ini," kata Febrin.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
1.919 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda