Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dana Bos Swasta di Bojonegoro Cair

Kamis, 10 Maret 2011, 15:29 WIB
Komentar : 0
ilsutrasi
ilsutrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONEGORO - Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bojonegoro, Jatim, Herry Sudjarwo menyatakan, dana bantuan operasional sekolah (BOS) lembaga pendidikan swasta sebesar Rp1,2 miliar, dicairkan langsung ke lembaga pendidikan penerima. "Semua dana BOS swasta sudah kita cairkan dalam dua hari ini, langsung ke rekening lembaga pendidikan penerima," katanya, Kamis (10/3).

Ia menjelaskan, pencairan dana BOS swasta dari APBN 2011 tersebut, bisa dicairkan setelah dinas pendidikan, membuat naskah hibah. Sesuai ajuan, ada 19 lembaga SD/SDLB yang sudah dicairkan menerima dana BOS Rp 194.927.000,00 dan 54 lembaga SMP/SMPLB sebesar Rp 1.005.907.500,00. "Pencairan langsung ke rekening lembaga pendidikan yang bersangkutan, sedangkan kalau sekolah negeri ke bendahara diknas," jelasnya.

Menurut dia, pencairan dana BOS lembaga pendidikan swasta tersebut, baru triwulan pertama. Sepanjang dalam pemanfaatannya benar termasuk laporan pertanggungjawaban, dana BOS triwulan kedua 2 April ini sudah bisa dicairkan. Dana BOS lembaga swasta dan negeri besarnya tidak ada perbedaan untuk SD sebesar Rp 397.000,00 setiap siswa/ tahun dan SMP sebesar Rp 570.000,00 setiap siswa/tahun.

"Kami kurang tahu, kenapa tidak ada perbedaan antara siswa sekolah swasta dan negeri," ucapnya, menjawab pertanyaan. Sebelum itu, lanjut Herry, pihaknya juga sudah mencairkan dana BOS bagi lembaga pendidikan negeri dengan jumlah Rp 8,9 miliar lebih bagi 803 SDN/SDN LB dan Rp 4,3 miliar lebih bagi 26 SMPN/SMPN LB.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
FPI Jenguk Kapolsek Metro Gambir
JAKARTA --  Kapolsek Metro Gambir sempat menjadi korban aksi Front Pembela Islam (FPI) saat demo di depan Balaikota pada tanggal tiga Oktober silam....