Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jelang Ujian Nasional Siswa Ikuti Simulasi

Senin, 21 Februari 2011, 12:50 WIB
Komentar : 0
Ujian Nasional
Ujian Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR - Menjelang Ujian Nasional (UN) siswa SMP dan SMA yang duduk di kelas tiga 'digenjot' mengikuti simulasi UN. "Selain memberikan pelajaran tambahan di luar jam sekolah, juga siswa kami intensifkan mengikuti simulasi UN," kata Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Muh Kadir di Makassar, Senin (21/2).

Dia mengatakan, pentingnya memberikan simulasi atau pelatihan dalam mengisi lembar jawaban, agar siswa tidak grogi lagi pada saat mengikuti UN yang sesungguhnya. Selain memberikan tambahan pelajaran dan simulasi, lanjut dia, pihaknya juga terus melakukan evaluasi bersama guru, khususnya mengenai kekurangan dan kebutuhan siswa dalam menghadapi ujian nasional nanti.

Hal senada dikemukakan salah seorang guru di SMA DatukRiandang, Makasar St Rabiah. Dia mengatakan, para guru selain membekali siswa yang akan mengikuti UN dengan pelajaran tambahan dan memberikan simulasi UN, juga meminta peranan aktif orang tua siswa.

"Kami meminta orang tua siswa untuk mengawasi dan membimbing anaknya di rumah. Guru dan orang tua harus bekerja sama demi keberhasilan siswa didik," katanya.

Hal itu dinilai penting, karena UN pada 2011 tidak ada lagi sistem ujian ulang yang diistilahkan ujian paket B atau C. Dalam hal ini, siswa hanya diperkenankan mengikuti UN saja dan pertimbangan kelulusan siswa ditentukan pula dari nilai semester dan penilaian harian di kelas, selain dari hasil UN.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar