Friday, 30 Zulhijjah 1435 / 24 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kelulusan UN di Sumut Diprediksi Meningkat

Friday, 11 February 2011, 18:18 WIB
Komentar : 0
Musiron/Republika
Ujian Nasional
Ujian Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Tingkat kelulusan siswa peserta Ujian Nasional di Sumatera Utara diyakini akan meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 98 persen bahkan tahun ini diperkirakan 100 persen. Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Syaiful Syafri, di Medan, Jumat (11/2), mengatakan, pihaknya berkeyakinan tahun ini tingkat kelulusan siswa pada semua jenjang pendidikan di Ujian Nasional (UN) meningkat dari tahun sebelumnya.

Keyakinan tersebut diperkuat selain karena semakin meningkatnya kualitas pendidikan di daerah itu, juga karena nilai UN bukanlah satu-satunya penentu kelulusan siswa, melainkan juga ditentukan oleh nilai dari sekolah dengan perbandingan 60:40. "Kalau melihat mekanisme dari penyelenggaraan UN tahun ini yang menggunakan sistem penilaian kelulusan 60:40, saya yakin dan percaya tingkat kelulusan siswa kita bisa mencapai 100 persen. Terkecuali memang anak yang bersangkutan tidak ikut ujian atau memang dia tidak berkeinginan lulus," katanya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini kelulusan UN tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kelulusan bagi seorang siswa, namun kelulusan juga ditentukan hasil ujian sekolah dan penilaian guru. Secara rinci kriteria seorang siswa dapat lulus UN pada tahun ajaran 2010/2011 adalah dengan standar nilai minimal 5,50.

Nilai tersebut diperoleh dari nilai gabungan (NG) yang merupakan perpaduan UN (X) dan nilai sekolah (Y). Dengan bobot persentase untuk hasil UN 60 persen dan hasil ujian sekolah serta penilaian guru 40 persen. Y adalah nilai sekolah yang merupakan nilai rata-rata hasil ujian sekolah dan nilai rapor semester tiga, empat dan lima untuk setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.

"Formulasinya yaitu NG=0,6X + 0,4Y. Nilai sekolah berasal dari hasil penilaian guru yang bisa berupa hasil ujian sekolah, ulangan, tugas dan atau praktikum. Ujian sekolah dilaksanakan sebelum UN. Dengan formula seperti itu kita yakin tingkat kelulusan siswa kita dapat meningkat dari tahun sebelumnya," katanya.

UN tahun ini di Sumut akan diikuti sebanyak 713.989 peserta dari jenjang SD sederajat, SMP dan SMA sederajat. Masing-masing jumlah itu terdiri dari 248.564 siswa SMP sederajat, SMA (99.064 siswa), MA (19.069 siswa) dan SMK (68.025 siswa) serta SD sederajat sebanyak (279.267 siswa).

Sementara itu, jumlah tingkat satuan pendidikan yang menjadi penyelenggara UN dari seluruh kabupaten/kota di Sumut sebanyak 3.232 sekolah. Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada seluruh siswa agar mempersiapkan diri sebaik mungkin demi menghadapi UN, salah satunya dengan mengulang-ulang kembali pelajaran yang telah lewat baik pelajaran kelas satu maupun kelas dua.

"Kepada orang tua juga diharapkan untuk lebih ketat mengawasi putra-putrinya, agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di luar sesuai jam sekolah. Karena peran orang tua juga sangat besar dalam menentukan keberhasilan siswa dalam kelulusan UN tersebut," katanya.


Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengamat AS: Jokowi Perlu Bentuk Pemerintahan yang Profesional
Hiruk pikuk transisi demokrasi telah usai, kini pasangan Jokowi-JK resmi menjadi pemimpin negara dan mengemban amanah rakyat. Namun menurut sejumlah pengamat, Presiden Jokowi...