Wednesday, 22 Zulqaidah 1435 / 17 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Duh.. Puluhan Ribu Anak di Tasikmalaya Putus Sekolah

Tuesday, 08 February 2011, 20:39 WIB
Komentar : 0
Anak  harus bekerja membantu orang tua, menjadi salah satu penyebab putus sekolah/ilustrasi
Anak harus bekerja membantu orang tua, menjadi salah satu penyebab putus sekolah/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,TASIKMALAYA - Sekitar 40 ribuan lebih anak di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tahun 2010 tercatat mengalami putus sekolah. Mereka tidak tamat SD atau SMP. Ada yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang tingkat SMP maupun SMA sederajat.

"Data itu baru berdasarkan pengkajian dari Dinas Sosial. Hingga tahun 2010, tercatat jumlah anak yang mengalami putus sekolah itu sekitar 40 ribuan," kata Kepala Seksi Rehabilitasi Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Transmigrasi Kota Tasikmalaya, Awan S, saat menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat di Tasikmalaya, Selasa (8/2).

Pelatihan Persyaratan Penerimaan Calon Siswa dari Balai Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (BPSBR) Cibabat-Cimahi dan Rumah Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (RPSBBR) Ciganjeng, Ciamis, diikuti lapisan masyarakat Tasikmalaya di Yayasan Pendidikan Islam Pesantren Buninagara (YPIPB) Tasikmalaya.

Menurut Awan, anak atau remaja yang mengalami putus sekolah di tingkat SD maupun SMP itu disebabkan berbagai faktor. Salah satunya karena faktor ekonomi yang tidak menunjang. "Data akuratnya terkait anak putus sekolah mungkin ada di Dinas Pendidikan. Itu lengkap dengan permasalahannya," kata Awan.

Upaya penanganganan anak putus sekolah di Kota Tasikmalaya, kata Awan, akan melakukan kerja sama dengan dua lembaga pemberdayaan sosial yakni dengan BPSBR Cibabat-Cimahi dan RPSBBR Ciganjeng, Ciamis, dibantu Lembaga Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tasikmalaya.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...