Sabtu, 28 Safar 1436 / 20 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

DPRD Diminta Perjuangkan Guru Honorer

Senin, 07 Februari 2011, 15:31 WIB
Komentar : 0
Guru Honorer
Guru Honorer

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI - Puluhan guru honorer mendatangi kantor DPRD Kabupaten Sukabumi, Senin (7/2) pagi. Mereka meminta kalangan dewan membantu perjuangan guru honorer untuk meningkatkan kesejahteraanya. "Sebagai wakil rakyat, kalangan dewan harus memperjuangkan aspirasi para guru," ujar Ketua Persatuan Tenaga Guru Honorer (PTGH) Kabupaten Sukabumi, Wangsa Dijaya, Senin (7/2).

Salah satunya membawa aspirasi pengangkatan guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS) kepada pemerintah pusat. Diterangkan Wangsa, jumlah guru honorer di Kabupaten Sukabumi mencapai sekitar 4.000 orang. Mereka tersebar di sebanyak 47 kecamatan, dari perkotaan hingga perdesaan. Ironisnya, gaji mereka paling tinggi hanya

Menurut Wangsa, awalnya para guru honorer meminta diangkat menjadi tenaga kontrak oelh Pemkab Sukabumi. Namun, payung hukum untuk mengangkat tenaga kontrak belum jelas.

Wangsa mengungkapkan, dari hasil pertemuan dengan dewan disimpulkan kalangan DPRD Kabupaten Sukabumi akan mendampingi guru honorer menemui anggota DPR RI di Jakarta. Pertemuan tersebut untuk menyampaikan aspirasi para guru honorer untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.

Para perwakilan guru honorer ditemui langsung oleh unsur pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi yang diketuai oleh Badri Suhendi dan Ketua Komisi IV DPRD, M Yamin. Ketua DRPD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi mengatakan, pihaknya menampung aspirasi dari para guru honorer antara lain mendampingi mereka untuk bertemu dengan anggota DPR RI.

Reporter : Riga Nurul Iman
Redaktur : Djibril Muhammad
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...