Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hermawan Sulistyo: Buku untuk Sekolah Sebaiknya Selektif

Jumat, 28 Januari 2011, 20:37 WIB
Komentar : 0
Peneliti LIPI Dr Hermawan Sulistyo
Peneliti LIPI Dr Hermawan Sulistyo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Dr Hermawan Sulistyo mengatakan, untuk mencegah terjadinya kontroversi masuknya buku-buku bernuana politik praktis di lingkup sekolah, sebaiknya dewan editor harus lebih selektif. "Tetapi bagi saya, buku sejelek dan sesalah apa pun, masih lebih baik daripada tidak ada buku. Anak-anak didik kita memang amat butuh dan haus akan buku," katanya di Jakarta, Jumat (28/1).

Ia mengatakan itu, merespons kontroversi peredaran seri "buku SBY" di sejumlah sekolah di Pulau Jawa, yang oleh sejumlah kalangan dianggap kurang layak. "Memang untuk buku-buku di sekolah, artinya yang menyangkut pendidikan, sebaiknya Dewan Editor-nya dan pengawasan dari pihak Kementerian atau Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) harus lebih selektif serta ketat," ujarnya.

Ini penting, demikian Hermawan Sulistyo, agar tidak masuk ke ruang politik. Secara terpisah, Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Paskalis Kossay menyatakan, serial "buku SBY" dan isinya harus dihargai sebagai hak cipta intelektual yang bagus.

"Namun tentang halaman depan karikatur SBY sangat disayangkan, karena itu bisa dianggap pelecehan simbol negara. Presiden RI itu simbol negara," tandasnya. Karena itu, ia mengharapkan, agar penulis dan dewan dditor-nya dengan sadar mau menarik buku-buku tersebut dari peredaran.

"Apalagi model buku jika model buku yang kontroversial seperti itu diajarkan kepada murid sekolah. Tambah ruwet nantinya. Ini perlu perhatian serius," ujar Paskalis Kossay.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hampir Sama dengan Sistem Pesawat, Pengemudi Truk Ini Bisa 'Selonjoran'
WASHINGTON DC -- Truk biasanya digunakan untuk mengantar barang jarak jauh. Kelelahan selalu menjadi kendala dari pengemudi truk. Akan hal itu Mercedes-Benz menciptakan...