Minggu, 5 Zulqaidah 1435 / 31 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tunjangan Guru Terpencil Naik Sesuai Gapok

Selasa, 25 Januari 2011, 17:22 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON - Pemerintah memprogramkan kenaikan pembayaran tunjangan bagi para guru yang mengabdi pada daerah-daerah terpencil tahun ini setara dengan gaji pokok yang mereka terima setiap akhir bulan. "Kalau satu guru terpencil setiap bulan menerima Rp 1,4 - Rp 1,5 juta, maka tunjangannya akan dinaikkan setara dengan gaji pokok mereka," kata Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Maluku, Andre Jamlay di Ambon, Selasa (25/1).

Kenaikan tunjangan guru terpencil ini juga lebih besar dari tunjangan jabatan seorang Kepala Bidang di Disdikpora Maluku yang hanya mencapai Rp 700.000/bulan. Dalam tahun 2010, tunjangan guru terpencil yang diberikan pemerintah hanya sebesar Rp 1,3 juta, tapi dengan lahirnya regulasi baru dari Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan lebih memacu semangat para guru terpencil untuk mengabdi di daerahnya.

Menurut Andre, kenaikan tunjangan guru terpencil ini juga dibarengi dengan sejumlag aturan yang mengikat, seperti minimal empat tahun sudah mengabdi di daerah terpencil dan mengajar penuh di sekolah. Tunjangan guru terpencil dari pemerintah yang diperuntukan bagi guru SD, SMP dan SMA di Maluku sekitar 3.000-an guru.

Ada tiga hal yang mempengaruhi perekrutan jumlah guru di Maluku antara lain masalah formasi, dana serta penempatan. "Yang namanya formasi, biasanya kita usulkan dari daerah dan nanti pemerintah pusat yang tetapkan sesuai masing-masing kabupaten dan kota karena harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," katanya.

Kemudian terkait masalah penempatan, jujur kami katakan bahwa secara perlahan pasti bisa terpenuhi, tapi karena penempatannya tidak sesuai kebutuhan riil di lapangan, sampai kapan pun kebutuhan guru tak terpenuhi. Ada unsur neotisme dalam penempatan guru sehingga banyak yang dialihkan ke pusat kota, sementara guru di pelosok pedalaman atau daerah terpencil tetap dirasa sangat minim.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar