Friday, 07 January 2011, 02:19 WIB

Gawat! 63 Persen Guru NTT Jebolan SLTA/D3

Red: Djibril Muhammad
Guru mengajar/ilustrasi.
Guru mengajar/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG--Sebanyak 63 persen guru di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih berijazah SLTA dan D3 yang tidak memenuhi syarat kualifikasi pendidikan secara nasional untuk menjadi seorang guru. "Saya tidak ingat jumlah guru mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat, tetapi dari keseluruhan jumlahnya, ada 63 persen yang belum memenuhi syarat," kata Sekretaris Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Klemens Meba, di Kupang, Kamis (6/1).

Dia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar kesiapan sumber daya manusia tenaga didik untuk meningkatkan mutu pendidikan di provinsi kepulauan ini. Ia mengatakan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan para guru tersebut, Pemerintah Provinsi NTT dalam beberapa tahun terakhir memberikan bantuan beasiswa kepada para guru yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dan D4.

Bantuan itu diberikan kepada 500 orang guru masing-masing sebesar Rp 2 juta/tahun. Klemens Meba berharap pemerintah kabupaten/kota juga mengalokasikan sebagian dana dari APBD II untuk membantu para guru melanjutkan pendidikan.

"Setiap tahun pemerintah provinsi sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk membiayai para guru yang melanjutkan pendidikan. Kita harapkan daerah juga bisa memberikan dukungan dana melalui APBD II," katanya.

Menurut dia, dengan dukungan dana dari APBD II, program kualifikasi pendidikan guru di daerah ini bisa tuntas pada 2015 sesuai dengan target Pemerintah Provinsi NTT. "Pemerintahan Frans Lebu Raya-Esthon Foenay ini menargetkan semua guru sudah harus memenuhi syarat pada 2015. Kita harap daerah ikut memberikan kontribusi sehingga program ini bisa sukses bahkan kalau perlu sebelum 2015 semua guru sudah berijazah S1 atau minimal D4," katanya.

Sumber : antara