Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gawat! 63 Persen Guru NTT Jebolan SLTA/D3

Jumat, 07 Januari 2011, 02:19 WIB
Komentar : 0
Guru mengajar/ilustrasi.
Guru mengajar/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG--Sebanyak 63 persen guru di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih berijazah SLTA dan D3 yang tidak memenuhi syarat kualifikasi pendidikan secara nasional untuk menjadi seorang guru. "Saya tidak ingat jumlah guru mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat, tetapi dari keseluruhan jumlahnya, ada 63 persen yang belum memenuhi syarat," kata Sekretaris Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Klemens Meba, di Kupang, Kamis (6/1).

Dia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar kesiapan sumber daya manusia tenaga didik untuk meningkatkan mutu pendidikan di provinsi kepulauan ini. Ia mengatakan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan para guru tersebut, Pemerintah Provinsi NTT dalam beberapa tahun terakhir memberikan bantuan beasiswa kepada para guru yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dan D4.

Bantuan itu diberikan kepada 500 orang guru masing-masing sebesar Rp 2 juta/tahun. Klemens Meba berharap pemerintah kabupaten/kota juga mengalokasikan sebagian dana dari APBD II untuk membantu para guru melanjutkan pendidikan.

"Setiap tahun pemerintah provinsi sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk membiayai para guru yang melanjutkan pendidikan. Kita harapkan daerah juga bisa memberikan dukungan dana melalui APBD II," katanya.

Menurut dia, dengan dukungan dana dari APBD II, program kualifikasi pendidikan guru di daerah ini bisa tuntas pada 2015 sesuai dengan target Pemerintah Provinsi NTT. "Pemerintahan Frans Lebu Raya-Esthon Foenay ini menargetkan semua guru sudah harus memenuhi syarat pada 2015. Kita harap daerah ikut memberikan kontribusi sehingga program ini bisa sukses bahkan kalau perlu sebelum 2015 semua guru sudah berijazah S1 atau minimal D4," katanya.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : antara
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Amran Lamanepa Jumat, 7 Januari 2011, 14:13
Inilah potret buram masa depan pendidikan di NTT... Sertifikasi, guru profesional dan gaji-tunjangn selangit, kok persentase kelulusan 0%? trnyata sisi kebobrokanx mulai tercium!!! Coba tengok ke dalam... brita guru honor akan diangkat jd PNS dn srtifikasi mmbuat para pemimpin2 NTT berusaha memasukan keluarga dan kroni

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...