Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mendiknas: Akhlak Mulia Harus Jadi 'Ruh' Pendidikan

Senin, 06 Desember 2010, 10:47 WIB
Komentar : 0
Mendiknas
Mendiknas

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR--Menteri Pendidikan Nasional M Nuh mengatakan, akhlak mulai dan moralitas harus menjadi "ruh" atau spirit dalam dunia pendidikan nasional. "Akhlak mulia harus menjadi ruh pendidikan nasional kita," katanya di sela-sela mengikuti Diskusi Panel dengan tema "Membangun Indonesia Madani Berbasis Akhlak Mulia" yang digagas Panitia Muktamar V ICMI di IPB di Bogor, Minggu (5/12).

Muktamar V Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang berlangsung pada 4-7 Desember dipusatkan di IICC Kota Bogor dan Pembukaannya dilakukan Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Menurut M Nuh, akhlak mulia harus menjadi perhatian besar para pemangku kepentingan pendidikan nasional.

Dia mengajak guru, dosen, ahli dan pemerhati pendidikan, agar menjadikan akhlak mulia sebagai spirit dalam membangun dunia pendidikan. "Akhlak mulia harus menjadi ruh pendidikan nasional kita, agar luaran yang dihasilkan memiliki karakter yang baik," paparnya.

Dia menambahkan, akhlak mulia harus dijadikan seperti oksigen. Ia harus dimasukkan dalam semua mata pelajaran. Dengan menjadikan akhlak sebagai oksigen yang masuk dalam semua mata pelajaran, ia berharap para peserta didik akan menginternalisasi nilai-nilai moralitas dan akhlak mulia dalam kehidupannya.

"Penanaman akhlak sebagai ruh dan oksigen pendidikan, diharapkan akan mendorong terwujudnya luaran yang berkarakter," demikian M Nuh.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : antara
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  indah inawati Selasa, 14 Desember 2010, 09:57
sangat setuju pak menteri, karena anak-anak sekarang sedang krisis akhlak. tapi kepada pendidik dan orang tua siswapun juga memberi contoh bagaimana akhlak yang baik kepada para siswa
  odoy Selasa, 14 Desember 2010, 09:48
Pak Mentri jangan pura-pura ndak tahu toh ! Wong yang jadi biang kerok tidak berakhlaq mulia itu gara-gara ada UN....1000% tuh ! makanya selama ada UN...bohong belaka pendidikan bakal mencetak generasi berakhlaq mulia !
  Effendy Akmal Rabu, 8 Desember 2010, 11:04
Sangat setuju sekali Pak Menteri, tapi orang tua siswa wajib juga dididik berakhlak mulia dalam membentuk kerjasama yang baik dengan guru disekolah, sebab dari tahun ketahun terasa terdapat perubahan perilaku siswa yang semakin sulit untuk diarahkan/dikendalikan oleh guru di sekolah.
  sri mulyati Rabu, 8 Desember 2010, 11:00
Sangat setuju. Konsentrasi pendidik ke dalam lebih fokus kualita siswa. Bukan dibuat gaduh resah tuntutan kuantitas. Konsentrasi siswa pembenahan kualitas bisa dari awal, bukan dadakan atau instan menjelang ujian. Dapat nilai bagus tapi kering karakter.
  Barakatak Selasa, 7 Desember 2010, 14:28
Ya Akhlak mulianya hilang gara2 UN yang tidak mengindahkan pendidikan moralitas, jadi UN yg merusak pendidikan itu sendiri, hanya beberapa pelajaran yg menentukan lulus atau tidak bagi siswa, tlg UN jgn jadi penentuan kelulusan, merusak akhlak mulia.