Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gaji Pokok Guru Diusulkan Rp 2,5 Juta

Minggu, 05 Desember 2010, 07:21 WIB
Komentar : 0
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR--Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel menyatakan, gaji pokok guru tengah diusulkan menjadi Rp2,5 juta per bulan. Ketua PGRI Sulsel Muh. Asmin di Makassar, Sabtu, menjelaskan, gaji pokok guru saat ini kurang dari Rp2 juta belum termasuk guru-guru honor atau guru-guru bantu yang pendapatannya tidak menentu. "Ini jadi keprihatinan kita terutama yang pendapatannya tidak menentu, di bawah Upah Minimum Regional, kita minta pemerintah menyikapinya," ujarnya.

Profesi guru, lanjutnya, tidak bisa dikatakan sukarela harus dibayar sesuai dengan profesinya dengan proporsional paling tidak di atas UMR. Menurutnya, kesejahteraan dan perlindungan hukum terhadap profesi guru masih menjadi isu sentral dalam peringatan hari guru nasional tahun ini. Pihaknya bertekad seluruh guru honorer yang selama ini digaji menggunakan APBN dan APBD harus menjadi PNS. "Saya belum tahu persis jumlahnya tapi pendataannya sudah selesai," ujarnya.

Namun, guru honor kategori pertama ini sebenarnya dapat memperoleh tunjangan profesi senilai kurang lebih Rp3 juta atau sama dengan tunjang profesi guru PNS berdasarkan lama pengabdian dan tingkat pendidikannya. Kategori kedua profesi guru yang tengah diperjuangkan nasibnya adalah guru yang bertugas di sekolah pemerintah tapi tidak digaji menggunakan APBD dan APBN. "Untuk kategori ini kita masih lakukan pendataan sampai 31 Desember 2010," katanya.

Kategori ketiga yang akan didata adalah guru yang tidak dibiayai APBN dan APBD dan tidak bertugas di sekolah negeri atau mengajar di yayasan dan swasta. "Status guru dalam kategori ini masih diteliti lebih memdalam oleh Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi," ujarnya.

Pendataan ini sangat penting dilakukan, selain untuk memperjuangkan kesejahteraan, pendataan juga dapat menghindari penerbitan Surat Keterangan fiktif profesi guru. "Kalau bukan sarjana pendidikan seharusnya tidak bisa menjadi guru, seperti yang berlaku pada dokter. Ini sedang dikaji juga," ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah guru berstatus PNS di Sulsel saat ini mencapai 110 ribu orang sementara yang non PNS kurang lebih berjumlah 70 ribu orang.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : ant
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Pakdje Senin, 3 Januari 2011, 10:08
ya terserah aja wong usulan tidak bayar koq, selama mereka (ekskutif maupun legislatif) masih menjadi "anak durhaka" karena lupa dengan jasa para gurunya usulan ya tetap usulan .... selamat bermimpi guruku, yang terpenting doakan mereka (mantan murid) yang jadi pejabat semoga ingat mereka jadi seperti saat ini krn guru
  fat Senin, 3 Januari 2011, 10:04
alhamdulilah dari tahun ketahun nasib guru pns dan non pns agak lebih baik...semoga untuk guru swasta juga diperjuangkan nasibnya..jangan cuma dikasih janji dan harapan semu...
  heni Senin, 6 Desember 2010, 10:11
ya bagus, tapi sangat disayangkan msh bnyak gru baik yg blm PNS maupn yg PNS, tdk dpt mnjdi pntan mrdnya aplgi bg masyrkt bnyk ditmpt tngglnya tdk ada kntribsnya krn tdk mau brprtspasi dlm kgiatn kmsyrktan.
  sastra Senin, 6 Desember 2010, 10:07
boleh aja kan, karena guru juga punya penghidupan utuk membiayai anak-anaknya untuk masa depan dengan pendidikan bukan mendidik anak orang laen aja ya anak sendiri juga harus menjadi harapan bangsa. Gajinya harus cukup membiayai pendidikan anak dan keluarga tks usulnya
  Anno Senin, 6 Desember 2010, 10:05
setuju...tapi jangan pakai portopolio lagi...turun ke kelas lihat caranya mengajar, mendidik, melatih...!!!