Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Presiden Beri Kuliah Umum dan Buka Pertemuan BEM Nusantara

Selasa, 23 November 2010, 00:11 WIB
Komentar : 0
Antara
Presiden SBY

REPUBLIKA.CO.ID,JAYAPURA--Presiden Susilo Bambang Yuhdoyono memberikan kuliah umum bagi mahasiwa sekaligus membuka pertemua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Nusantara di Auditorium Universitas Cenderawasih di Abepura, Jayapura, Papua, Senin (22/11).

Dalam materi kuliahnya, Presiden antara lain membicarakan pendidikan yang harus berlaku untuk semua, strategi bidang pendidikan sebagai pusat keilmuan, serta sasaran yang yang harus dicapai

"Jadikan pertemuan BEM Nusantara ini sebagai sharing untuk saling berbagi dan lainnya. Saudara-saudaralah yang nanti akan memimpin bangsa, maka sangat bagus kalau sering bertemu karena kita semua bangsa Indonesia yang punya kesempatan yang sama jadi pemimpin," kata Presiden.

Presiden juga mengingatkan tentang masih adanya masalah-masalah yang kompleks di Indonesia, di mana dengan pertemuan BEM ini diharapkan bisa ditemukan solusi dan ikut pecahkan masalah dalam membangun bangsa Indonesia. "Tetap optimistis meski masalah bangsa masih kompleks. Karena semua itu adalah dinamika dalam demokrasi, meski demikian 'kapal besar' negara ini pasti terus berlayar sampai ke tujuan," pesan Kepala Negara.

Presiden juga berpesan, "Bersiaplah secara mental dan perkaya pengalaman untuk terima estafet kepemimpinan di negeri ini. Ingin mengabdi dimana itu pilihan, dan lakukanlah."

Selain itu, Presiden menegaskan, "Sebagai kakak, maka pesan saya generasi mahasiwa sekarang mesti labih baik dari generasi sebelumnya, dan yakin itu tidak mustahil."

Reporter : Antara
Redaktur : Budi Raharjo
1.230 reads
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda