Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Permendiknas 28/2010 Pastikan Kepsek Penuhi Standar Kompetensi

Kamis, 04 November 2010, 07:01 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru Menjadi Kepala Sekolah tidak menggantikan kewenangan daerah untuk memilih calon kepala sekolah.''Kewenangan tetap di daerah. Pusat hanya memastikan sebelum ditunjuk menjadi kepala sekolah harus memenuhi standar kompetensi sebagai kepala sekolah,'' tutur Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal kepada Republika, Rabu (3/11).

Guru yang akan menjadi kepala sekolah, kata Fasli tetap dipilih oleh bupati. Yaitu orang-orang yang sudah memenuhi syarat sesuai ketentuan kriteria yang dimiliki daerah dan siap menjadi kepala sekolah.

Lahirnya Permendiknas No 28 tahun 2010 ini juga melengkapi peraturan sebelumnya yaitu UU Sisdiknas yang di antaranya mengatur bahwa penugasan menjadi kepala sekolah harus sesuai standar karena kepala sekolah memegang peran penting.

Selain itu adanya permen ini pun, menurut Fasli, untuk menjawab adanya keraguan dari masyarakat terhadap pemerintah daerah.''Sering terjadi tuduhan-tuduhan kalau ada bupati baru membawa orang-orangnya,'' tutur dia.

Jumlah guru yang mengikuti ujian standar kompetensi inipun, menurut Fasli, disesuaikan dengan jumlah kepala sekolah yang dibutuhkan.''Tapi tetap ada lebihnya sedikit untuk memberi ruang gerak kepada kepala daerah untuk memilih,'' tutur dia.

Di antara syarat menjadi kepala sekolah, dipaparkan di antaranya harus lulus S-1 dan pada beberapa kasus harus lulus S-2 dan sudah lama menjadi guru serta lulus uji kompetensi menjadi kepala sekolah. Setelah uji kompetensi, kata Fasli, calon kepala sekolah pun harus menjalani serangkaian pelatihan mempersiapkan diri menjadi kepala sekolah.

Reporter : prima restri
Redaktur : Krisman Purwoko
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  iwan Selasa, 31 Januari 2012, 19:05
peraturan sebaik apapun kalau manusianya tidak memiliki hati nurani yang baik itu akan percuma saja. tindakan pemda yang sering melanggar aturan dari pusat tidak pernah dikenai sangsi apapun.
  warsito Minggu, 7 Agustus 2011, 18:43
negeri ini akan hancur oleh orang indonesia sendiri,karena mereka,lebih banyak koruptornya di bandingkan yang jujur
  FUAD AN-NUR Senin, 6 Desember 2010, 10:03
Semoga permendiknas nomor 28 tahun 2010 bisa impelemantative, oleh karena itu harus disikapi secara cerdas oleh daerah agar bisa dilaksanakan dengan penuh rasa tanggungjawab. Insya Allah kesan negative akan hilang...
  gocep Minggu, 14 November 2010, 12:00
jika kepsek dan guru direkrut berdasarkan kualitas pendidikan Indonesia dijamin akan maju, tapi jika direkrut karena uang bencana pendidikan telah menanti.
  Tri Joko Wahyono Minggu, 14 November 2010, 12:00
Menyambut baik Permendiknas no 28 tahun 2010, karena sebagai guru kritis di Banyumas menjadi korban represif Bupati Banyumas Marjoko, dalam seleksi KS, dijegal dan status guru dipindahkan ke tempat yang jauh, sekalipun punya program kelas Olah raga yang banyak kontribusi prestasi pada daerah tapi tidak ada penghargaan