Jumat , 08 October 2010, 09:07 WIB

Diperlukan Gerakan Nasional PAUD

Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pakar Pendidikan Naggroe Aceh Darussalam, Prof Dr M Yusuf Azis Mpd berpendapat perlu satu gerakan mengenai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baik berskala nasional maupun provinsi untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) anak-anak usia dini.


Langkah ini sekaligus menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat mengenai pentingnya PAUD bagi anak bersangkutan, maupun masa depan bangsa dan negara ini. Dalam pandangan Yusuf Azis, kesadaran akan PAUD masih relatif rendah. Tidak mengherankan apabila angka partisipasi kasar (APK) secara nasional baru mencapai 50,62 persen.

Dalam pandangan Yusuf Azis, banyak anak usia dini yang belum terakses oleh lembaga PAU, baik formal maupun nonformal. Salah satu kendalanya adalah biaya. Karena kebanyakan lembaga PAUD dikelola oleh swasta dan membutuhkan dana yang besar, sehingga banyak pihak yang menyatakan tidak mampu menyekolahkan anak mereka ke lembaga PAUD. Di sisi yang lain, masih banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini bagi bagi perkembangan dan pertumbuhan anak bersangkutan.

Yusuf mengungkapkan bahwa perkembangan kecerdasan anak terjadi pada tahun tahun awal kehidupan anak. '' Sekitar 50 persen kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika ia berusia 4 tahun, 80 persen ketika anak berusia 8 tahun dan mencapai titik kulminasi pada usia 18 tahun,'' ujar Yusuf mengutip sejumlah hasil penelitian.

Dalam perbincangan di Jakarta, Kamis (7/10), Yusuf yang pekan lalu dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syah Kuala, Banda Aceh menegaskan bahwa perkembangan dalam kurun waktu 4 tahun pertama adalah sama besarnya dengan perkembangan dalam kurun waktu 14 tahun berikutnya. '' Berbagai penelitian juga mengungkapkan bahwa setelah usia 18 tahun akan mengalami suatu stagnasi,'' paparnya.

Karena itulah Yusuf mengajak semua pihak untuk menyadari arti penting PAUD. ''PAUD menjadi sangat penting karena potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang usia ini. Sehingga usia dini dikenal sebagai the golden age,'' ujarnya.

Golden age hanya dialami satu kali. Jika fase emas itu terabaikan dan tidak mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan dengan baik, maka fase usia emas tersebut hilang dan berlalu begitu saja. ''Yang telah berlalu tak akan pernah muncul kembali,'' papar Dekan FKIP Unsyiah ini.

Sehubungan dengan posisi strategis anak usia dini, baik bagi anak bersangkutan maupun bangsa secara keseluruhan, Yusuf mendukung langkah Kemdiknas menetapkan PAUD sebagai salah satu program prioritas Mendiknas Moh Nuh. Selain PAUD, Mendiknas menetapkan pendidikan dasar, pendidikan vokasi, serta percepatan program doktor para dosen.

Ia berharap kebijakan Kemendiknas diikuti oleh komitmen yang sama, atau lebih oleh para kepala daerah. Sehingga gerakan nasional PAUD bisa dijadikan momentum bagi kebangkitan pendidikan di Aceh. Pendekatan serupa juga bisa diterapkan di daerah, misalnya Aceh. '' Gerakan nasional PAUD di Aceh bisa menjadi basis dan momentum kebangkitan pendidikan Aceh, bahkan sangat berpeluang sebagai pelopor atau modal dasar pembangunan PAUD Nasional,'' ujarnya,

Berita Terkait