
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Besarnya jumlah anak yatim piatu di Indonesia yang menurut lembaga PBB yang menangani anak-anak (Unicef) diperkirakan mencapai 4,4 juta jiwa dan 7 ribu panti asuhan telah mendorong banyak pihak turun tangan memberikan uluran tangan. Salah satunya seperti yang dilakukan Bookwallah.
Ini adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang mencoba memberikan bantuan kepada anak yatin piatu dan panti asuhan berupa taman bacaan dan buku bacaan yang sesuai kebutuhan mereka. LSM yang berpusat di kota Chicago, Amerika Serikat (AS) ini telah mendatangi beberapa wilayah yang pernah dilanda bencana hebat seperti Aceh dan Yogyakarta guna membantu memberikan buku bacaan, fasilitas perpustakaan, dan sarana lain yang terkait dengan aktivitas membaca bagi anak-anak.
Menurut Seena Jacob, pendiri LSM tersebut, pihaknya merasa terpanggil untuk memberikan bantuan berupa buku bacaan bagi anak-anak berusia 0 hingga 17 tahun di beberapa negara yang dianggap penting. Seperti Indonesia, India, Sri lanka, dan Jamaika. ''Semua anak di seluruh dunia berhak untuk membaca,'' katanya memberikan alasan.
Khusus untuk Indonesia dan India dinilai sangat penting selain jumlah populasi besar. Kedua negara juga memiliki peran besar di dunia selain budaya dan agama besar dunia. Di Indonesia, LSM yang baru berdiri tujuh bulan lalu tersebut telah memberikan bantuan kepada tujuh panti asuhan yang tersebar di Aceh dan Yogyakarta.
Jumlah buku yang telah disalurkan mencapai 150 judul buku yang umumnya merupakan cerita populer dari Barat, maupun internasional yang sesuai bagi anak-anak. Seena mengakui pihaknya masih mengalami banyak kendala seperti terbatasnya tenaga relawan yang bersedia menjadi pendamping setiap anak sebagai penerjemah mengingat buku-buku yang diberikan umumnya masih berbahasa Inggris. ''Soal volunter diambil dari mana saja tidak ada ikatan, yang penting satu visi,'' kata Aria Widianto, Direktur Bookwallah Indonesia, Senin (27/9).
Namun, pihaknya menjamin bahwa buku yang diberikan sepenuhnya tidak terkait dengan masalah politik atau isu lain yang dapat merugikan masyarakat Indonesia. Pihaknya juga berharap akan memperoleh buku cerita lain dalam bahasa Indonesia dari para donatur baik di dalam maupun luar negeri agar lebih mudah dipahami.