Ikatan Pelajar NU Desak Pemerintah Cegah Radikalisme di Sekolah

Kamis, 29 Juli 2010 02:08 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mendesak pemerintah untuk mengatasi ancaman radikalisme di sekolah. Sebab, kini nilai-nilai agama yang radikal makin subur disebarkan melalui kegiatan kerohanian Islam (rohis) di sekolah.

"Kini muncul tantangan baru yang menginfiltrasi dunia pendidikan nasional, yaitu suburnya nilai radikalisasi agama melalui institusi intra sekilah berkedok rohis," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Ahmad Syauqi dalam pertemuan dengan Wakil Presiden (Wapres) Boediono di Istana Wakil Presiden, Rabu (28/7).

Menurut Syauqi, organisasi yang lazimnya mengkaji masalah agama itu sekarang menjadi ruang potensial bagi suburnya penanaman nilai Islam garis keras dengan pemahaman kaku. Pemahaman kaku dan parsial terhadap nilai keagamaan itu, kata dia, pada gilirannya dapat mengancam pondasi nasionalisme dan kontraproduktif dengan semangat kebhinekaan.

Syauqi juga mengatakan, dalam audiensi dengan delegasi IPNU, Wapres menyatakan pemerintah menolak segala macam radikalisme dalam aspek apapun, terutama pendidikan.

Selain itu, kata Syauqi, IPNU pun mendesak pemerintah untuk mengoptimalisasi anggaran berbasis kebutuhan pelajar. "Selama ini, dari akumulasi kuota anggaran pendidikan 20 persen, lebih banyak dihabiskan untuk alokasi biaya rutin," kata dia.

Hal ini, jelas Syauqi, mengakibatkan besarnya alokasi dana pendidikan tak berbanding lurus dengan kualitas SDM pelajar.

Redaktur: Endro Yuwanto
Reporter: Yasmina Hasni


459 reads

ahmad, Kamis, 29 Juli 2010, 16:54

IPNU apakah ikut rohis? jangan asal tuduh donk!!! tunjukkan kontribusimu di keagamaan sekolah! saya ini lahir dan dibesarkan dikalangan NU dansy keluarga besar pesantren NU.saya coba masuk ke rohis, isinya tidak radikal tuh..!
jangn tidur melulu di pondok.saya sudah tahu karakter orang-orang pondok seperti kamu.

Balas
abdoel, Kamis, 29 Juli 2010, 00:00

kalau islam radikal itu (apapun namanya) sesuai dgn alqur'an dan sunnah maka saya lebih suka dikatakan islam radikal.

Balas
gus nur, Kamis, 29 Juli 2010, 00:00

apa IPNU pernah ikutan ROHIS sehingga bilang ajaran temen2 rohis mengajarkan radikalisme ? trus maunya rohis isinya anak2 pacaran, pergaulan bebas yang di embel2in islam , gitu??? heran deh masih ada jaman sekarang orang kek gini

Balas
suyisno, Rabu, 28 Juli 2010, 23:00

betul 3x, emang kita orang arab semuanya jadi bidah

Balas
samen, Rabu, 28 Juli 2010, 23:00

Kenapa harus sewot sih GUS, bukannya pendidikan agama itu bagus. kalo ngajarin korupsi baru jelek. apa krn NU udah nggak laku trus ngambek ... hee he hee NU sewot

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda