
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--XL Axiata kembali menggelar program Komputer Untuk Sekolah (KUS). Pada program yang peluncurannya dilakukan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh dan Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi tersebut, disiapkan 200 unit komputer untuk 60 SMP dan SMA di sepuluh kota.
Program KUS, kata Hasnul, mendapat dukungan mitra kerja XL seperti Huawei Indonesia, Sun Microsystem, Indologistic serta Yayasan Nurani Dunia sebagai pelaksana program. Program KUS sendiri telah dirintis sejak tahun 2009 dan direncanakan akan berlangsung hingga lima tahun ke depan.
''Tahun ini kami mengalokasikan dana sekitar Rp 2 miliar untuk program ini,'' ujar Hasnul. Pada program ini, masing-masing sekolah akan mendapat bantuan minimal tiga unit komputer. Selain komputer, sekolah juga akan mendapatkan pelatihan komputer--termasuk pelatihan internet sehat, modem serta akses internet.
Program KUS diharapkan Hasnul mampu menjembatani kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah maju di perkotaan dengan sekolah minim fasilitas di luar kota. ''Tujuan program KUS adalah membantu sekolah-sekolah di daerah secara komprehensif dan berkelanjutan untuk bisa memaksimalkan proses pendidikan dan mengejar ketertinggalan melalui fasilitas komputer serta jaringan internet pendidikan,'' kata Hasnul.
Oleh karena itulah XL bersama para mitra juga akan melakukan evaluasi secara komprehensif atas pemanfaatan donasi di sekolah-sekolah penerima. Akan dikembangkan pula sistem pendampingan untuk para guru agar donasi bisa dimanfaatkan secara optimal. Apabila donasi dimanfaatkan maksimal, XL membuka kemungkinan sekolah bersangkutan mendapatkan program lanjutan.
Manager Corporate Services, Harry David Jusawa mengemukakan pada program tahun 2009, program KUS dikembangkan pada 62 sekolah yang tersebar di sembilan kota. ''Program ini telah menjangkau 12.500 pelajar SMP dan SMA, serta sekitar 1500 guru sekolah dan taman baca,'' ujar Harry.
Banyaknya guru yang tercover program ini tak lepas dari model training on trainer yang dikembangkan. ''Pada mulanya kita memberikan pelatihan kepada 100 guru, melalui metode training on trainer berkembang menjadi 1500 guru,'' papar Harry.
Ia menambahkan berdasarkan evaluasi yang dilakukan, program ini sangat efektif. ''Tingkat efektivitasnya mencapai 95 persen,'' ujar Harry.
Kalau untuk SD, ada apa tidak ya yg mau nyumbang....????
Balas