
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO---Kelompok paduan suara Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Voca Erudita, meraih dua medali emas dalam kompetisi paduan suara dunia keenam yang berlangsung di Cina pada 15-19 Juli lalu. Kedua medali tersebut diraih dalam kategori campuran dan lagu daerah. Untuk kategori campuran, UNS juga menyandang gelar sebagai juara umum.
Demikian diungkapkan Kepala Biro Kemahasiswaan, Hartono di kampus UNS, Jumat (23/7). Paduan suara UNS tersebut terdiri dari 28 mahasiswa dengan satu orang konduktor. Mereka mampu mengalahkan ratusan kelompok paduan suara dari 80 negara lainnya. ''UNS baru pertama kali ikut dalam even dua tahunan sekali itu,'' ujarnya.
Dalam kompetesi tersebut, mahasiswa UNS membawakan lagu daerah Jawa Tengah, 'Gundul-gundul Pacul' yang diarransemen ulang. Dalam kategori campuran, mereka membawakan lagu dangdut, 'Kopi Dangdut' yang dipadukan dengan lagu klasik Italia dan lagu daerah dari Filipina, serta lagu dengan unsur jazz. Lagu dangdut tersebut dan lagu 'Gundul-gundul Pacul' juga dinyanyikan kembali saat para pemenang diminta untuk menampilkan konser.
Untuk mengikuti ajang tersebut, paduan suara UNS telah mempersiapkan diri cukup lama. Sejak Desember 2009, mereka telah mulai mencari materi lagu dan koreografi. Persiapan materi pun telah disiapkan sejak Januari 2010. Dalam kompetisi paduan suara di Cina tersebut, UNS memperoleh gelar juara umum bersama dua kelompok paduan suara dari Indonesia yakni Vocalista dari Klaten dan Karangturi dari Semarang.
Menurut konduktor paduan suara, Redi Sabtono, lagu-lagu tersebut dipilih untuk mendapatkan variasi musik. Redi mengatakan UNS ingin menghadirkan suasana berbeda dalam kompetisi dengan pencampuran lagu dan arransemen. ''Kami utamakan untuk mencari suasana baru. Lagu yang dipilih tidak hanya satu yang menonjol tapi dicarikan variasi musik,'' jelasnya.
Sebelumnya, Redi mengungkapkan, paduan suara UNS juga sudah menunjukkan prestasi. Pada Juli 2009, paduan suara UNS menjadi juara umum kompetisi lagu daerah di Penang, Malaysia. Di tahun yang sama, mereka juga merebut medali emas dalam kompetisi paduan suara di Universitas Parahyangan, Bandung.
Dengan hasil yang diraih tersebut, Rektor UNS, Muchammad Syamsulhadi berharap, ada regenerasi dalam paduan suara UNS. Hal ini lantaran prestasi tersebut tidak hanya dapat mengharumkan nama UNS tapi juga Indonesia di mata dunia internasional.