
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menggulirkan total anggaran mencapai Rp 480 miliar untuk rehabilitasi dan pembangunan gedung sekolah di Jawa Barat.
Rehabilitasi bangunan sekolah difokuskan kepada 2.328 sekolah dan perbaikan tiga ribu ruang kelas yang rusak akibat gempa bumi pada September 2009. Sedangkan pembangunan sekolah baru untuk tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 120 unit.
“Terobosan dan loncatan dalam membangun dunia pendidikan Jawa Barat harus terus dilakukan. Khususnya untuk mengejar target nasional angka partisipasi kasar atau APK tingkat SLTA, yaitu sebesar 68 persen,” ungkap Heryawan di Gedung Sate, Senin (21/6) pagi.
Ia juga menegaskan, berbagai program pendidikan terus digulirkan seperti beasiswa BAGUS, BOS provinsi, buku gratis pada mata pelajaran yang di-UN-kan untuk seluruh siswa, bantuan seragam sekolah bagi siswa tidak mampu, serta penyediaan beasiswa pendidikan menengah dan tinggi.
Khusus untuk kemajuan pendidikan tinggi, Heryawan menyatakan, Pemprov Jawa Barat terus mendorong penambahan jumlah perguruan tinggi dan memfasilitasi perguruan tinggi swasta di Jawa Barat menjadi negeri. Di antara perguruan tinggi yang sudah memulai dengan program itu Universitas Singaperbangsa Karawang, Politeknik Kesehatan (Potekkes) Sukabumi, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, dan Universitas Siliwangi Tasikmalaya.
Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat juga telah meluncurkan Program Beasiswa kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu beasiswa satu siklus, beasiswa reguler, dan program bantuan tugas akhir, dengan jumlah anggaran mencapai Rp. 17,35 miliar untuk 1.290 mahasiswa di Jawa Barat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Wahyudin Zarkasih, menyatakan tengah mempersiapkan peningkatan APK Jabar di tingkat SMA. Menurut Wahyudin, Jawa Barat memiliki potensi sumber daya manusia yang mendukung.