Rabu, 1 Zulqaidah 1435 / 27 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gadis Tunanetra Ingin Jadi Guru Olahraga bagi Siswa Cacat

Kamis, 17 Juni 2010, 04:24 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,
SURABAYA--Kebutaaan sejak lahir tidak membuat Ninis Ledy Ita (21 tahun) rendah diri. Dia yakin akan lolos seleksi menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN), meski hanya bisa menyelesaikan 45 dari 75 soal dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang digelar hari ini.

Meski mengalami kebutaan, Ninis ternyata bercita-cita menjadi guru olahraga bagi siswa penyandang cacat. Cita-cita Ninis mungkin tidak berlebihan, karena anak pertama dari dua bersuadara ini adalah siswa cacat yang memilik prestasi di bidang olahraga.

Ia pernah menjadi juara dua lomba lari 100 meter Pekan Olahraga Cacat Nasional 2007 lalu. "Pokoknya yang utama menjadi guru, soal nanti guru apa yang penting cita-cita jadi guru saya tercapai dulu," ungkapnya

Saat mengerjakan soal, siswi asal Dusun Sumber Waru, Desa Taman Agung, Kabupaten Banyuwangi ini didampingi guru pendampingnya. Soal-soal pun dibacakan oleh petugas untuk pengisian lembar jawaban. "Saya kesulitan memahami soal matematika karena tak bisa membaca gambar. Tapi, insya-Allah saya bisa lolos," kata siswa asal Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banyuwangi Jatim, usai mengerjakan ujian di Gedung A Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (16/6)

"Ini (kebutaan) bawaan saya sejak lahir. Saya tetap bersyukur karena cita-cita saya yang pertama kesampaian. Kepingin ke Surabaya sejak lama, baru kesampaian hari ini," ujarnya sambil tersipu.

Sementara Ninis harus bersaing dengan puluhan ribu siswa-siswi normal untuk merebut salah satu bangku kuliah dari lima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya dan Bangkalan-Madura. Di antaranya adalah universitas Airlangga (Unair), ITS, Unesa (Universitas Negeri Surabaya), IAIN, dan Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan, Madura.

Menurut Koordinator Bidang Humas Panitia Lokal SNMPTN Surabaya, Imam Musthofa, 30.131 siswa itu terbagi dalam 3 kategori, yakni IPA, IPS, dan IPC. Untuk kategori IPA ada 11.670 siswa peserta seleksi, IPS 11.472, dan IPC sebanyak 7.089 peserta.

"Tahun ini ada 2 peserta SNMPTN yang cacat tetap. Satu penyandang tunanetra mengikuti ujian di IAIN dan satu tunarungu di mengikuti seleksi di Unesa," kata Imam Musthofa

Materi ujian hari kedua pada Kamis (17/6) lajut Imam adalah pelajaran kategori IPA meliputi matemarika, fisika, kimia, dan biologi. Sedangkan IPS mencakup ekonomi, sejarah, dan geografi. Sedangkan IPC mengikuti ujian semua mata pelajaran. Hasil SNMPTN ini akan diumumkan 17 Juli 2010 mendatang.

Reporter : masduki
Redaktur : Arif Supriyono
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jakarta Butuh Ketahanan Air
JAKARTA -- Air baku di Jakarta semakin tak berimbang dengan kebutuhan masyarakatnya. Herawati Prasetyo, Wakil Presiden Direktur Palyja mengatakan Rabu (27/8), selama ini...