Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Video Porno Beredar, Disdik DKI Razia Telepon Seluler Siswa

Rabu, 09 Juni 2010, 08:11 WIB
Komentar : 0
Ponsel
Ponsel

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Beredarnya video porno yang diduga artis ternama membuat Dinas Pendidikan DKI Jakarta memutuskan untuk melakukan merazia telepon seluler siswa sekolah untuk mencegah penyebaran materi pornografi pada sesama siswa. "Yang memerankan video itu kan mirip artis idaman pelajar. Ini yang rawan. Bisa memancing rasa ingin tahu. Harus diantisipasi sejak dini dengan cara pembinaan," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto di Jakarta, Selasa.

Dinas Pendidikan juga akan mengirimkan surat edaran ke seluruh sekolah di lima wilayah DKI Jakarta yang isinya mengimbau para kepala sekolah dan guru lebih intensif memberikan pengarahan, pengawasan dan memberikan pemahaman agar siswa tidak terpengaruh dengan video porno semacam itu. "Kami tidak ingin ekses negatif itu ditiru oleh para pelajar karena belum waktunya," kata Taufik.

Ia menyadari bahwa razia telepon seluler mungkin tidak efektif untuk "menghadang" pengaruh negatif video porno tersebut sehingga berharap dapat dilakukan pembinaan mental dan spiritual kepada para pelajar. "Selain 'seks education', yang lebih penting adalah pembinaan mental dan spritual para pelajar. Kalau sekadar razia bisa saja di sekolah tidak ditemukan, tapi di rumah, warnet, atau di tempat temannya mereka dapat. Ini sasaran kami," ujar Taufik.

Razia akan dilakukan untuk memastikan para siswa tidak menyimpan arsip video porno yang didapatkan dari luar sekolah atau dari teman-temannya sendiri dan jika ada siswa yang menyimpan dokumen semacam itu, telepon genggamnya akan disita dan arsip dihapus. Siswa yang telepon genggamnya dirampas juga akan mendapatkan pembinaan dari guru di sekolahnya sebelum teleponnya dikembalikan.

Taufik juga berharap pihak berwenang mengusut tuntas oknum yang tidak bertanggungjawab mengedarkan video porno mirip artis kenamaan Ariel dan Luna Maya tersebut maupun Ariel dan Cut Tari yang beredar kemudian.

Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  jaya Rabu, 9 Juni 2010, 07:53
Yang lebih penting lagi adalah menghukum artis pelaku perzinaan tersebut.
Semua agama di Indonesia mengutuk perzinaan. Jika pelku tidak dihukum maka,dapa menjadi tren bahwa berzina itu tidak apa-apa malah bisa bikin terkenal atau malah melariskan barang.
Yang kedua juga perlu,boikot sponsor iklan pemakai mereka