Selasa, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 Februari 2018

Selasa, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 Februari 2018

Duh, Jutaan Anak Indonesia Belum Dapat Akses Pendidikan

Rabu 19 Mei 2010 05:19 WIB

Red: Endro Yuwanto

Masih banyak anak Indonesia yang belum dapat akses pendidikan.

Masih banyak anak Indonesia yang belum dapat akses pendidikan.

Foto: viruscerdas.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Puluhan juta anak-anak di Indonesia hingga kini masih belum bisa mendapatkan akses pendidikan. Rinciannya, masih ada 29 juta anak usia pendidikan anak usia dini  (PAUD), 41 juta usia wajib belajar, dan 12 juta usia SMA yang beluM menikmati pendidikan.

''Hal ini sangat menyedihkan dalam menjaga kelangsungan hidup bangsa,'' ujar Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal, Selasa (18/5), dalam sambutan peresmian Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR) dan penyerahan bantuan beasiswa oleh PT Astra Internasional Tbk di TMII, Jakarta.

Oleh karena itu, kata Fasli, masih banyak dan panjang tahapan yang diperlukan untuk mendapat dukungan program-program corporate social responsibility (CSR) di Indonesia. Sebagai regulator, Kemendiknas RI akan berupaya terus memfasilitasi bermacam peluang untuk tumbuh berkembangnya program CSR bagi peningkatan bidang pendidikan.

''Karena masih banyak anak di usia SD-SMP yang belum menikmati apa yang kita sebut dengan joy full learning dalam wajib belajar 9 tahun,'' jelas Fasli. ''Setelah lulus dan masuk SMA atau SMK, mereka pun perlu tambahan life-skill untuk masa depannya, baik untuk kemudian berlanjut kuliah atau kerja, atau kerja dulu kemudian kuliah. Saya berharap, segala potensi dan kebutuhan itu bisa saling bersinergi.''

Fasli menambahkan, muatan lokal dan riil misalnya di perkebunan dan pertanian, nelayan dan dunia usaha, itu menjadi sangat penting untuk pembelajaran. CSR perusahaan pun menjadi sangat penting membuat anak-anak memahami magang dan praktik kerja. ''Dengan cara itu, belajar bisa lebih efektif dan kontekstual,'' tegasnya.

Kemendiknas, jamin Fasli, sangat mendukung apa yang dilakukan swasta. ''Itu bentuk keselarasan antara dunia pendidikan dan dunia kerja atau bisnis,'' tandasnya.

Sumber : viruscerdas.com
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES