Selasa , 18 May 2010, 03:08 WIB

FK Unair Buka Kelas Internasional

Rep: Ghurfron/ Red: Endro Yuwanto
fk.unair.ac.id
Fakultas Kedokteran Unair
Fakultas Kedokteran Unair

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Universitas Airlanga (Unair) Surabaya terus memantapkan langkah untuk menggapai prestasi sebagai perguruan tingi kelas dunia (world Class University). Ini diwujudkan dengan dibukanya kelas internasional program studi pendidikan dokter.

"Tahun ini, Fakultas Kedokteran (FK) akan membuka kelas internasional untuk program studi Pendidikan Dokter. Selain untuk memenuhi tuntutan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional, langkah ini sebagai upaya mewujudkan Unair menjadi perguruan tinggi kelas dunia," ujar Dekan FK Unair, Prof Dr Muhammad Amin dr SpP(K), Senin (17/5).

Menurut Amin, dengan dibukanya kelas internasional dan adanya mahasiswa asing, maka akan turut berpengaruh dalam penilaian akreditasi fakultas, baik secara nasional maupun internasional. "Kami juga ingin membuktikan bahwa Unair mampu bersaing pada tingkat internasional," cetusnya.

Dijelaskan Amin, banyak perbedaan antara kelas internasional dan kelas reguler dalam program studi Pendidikan Dokter. Sebab, proses belajar mengajar mahasiswa kelas internasional ditempatkan di kelas tersendiri, terpisah dengan mahasiswa reguler. Bahasa pengantarnya juga menggunakan bahasa Inggris.

Meski demikian, kata Amin, mahasiswa asing yang mengikuti pendidikan di kelas internasional juga harus belajar bahasa Indonesia. Karena itu, kemampuan berbahasa Indonesia sangat dibutuhkan ketika para calon dokter tersebut menghadapi pasien di rumah sakit lokal. "Tanpa kemampuan bahasa Indonesia, komunikasi dengan pasien di sini akan sulit," ujarnya.

Untuk kurikulum, lanjut Amin, tidak ada perbedaan antara kelas internasional dan kelas reguler. Mata kuliah yang diajarkan juga sama. Hanya saja, FK Unair menyiapkan dosen pengajar khusus untuk kelas internasional. "Para dosen khusus ini sudah kami persiapkan sejak setahun terakhir," imbuhnya.

Dosen khusus itu, menurut Amin, terdiri dari dosen lokal dan dosen perguruan tinggi luar negeri. "Selain memaksimalkan tenaga dosen lokal, FK Unair juga mendatangkan dosen pengajar dari universitas luar negeri yang sebelumnya sudah bekerjasama dengan FK Unair. Seperti Universitas Groningen Belanda, Universitas Monash Australia, Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Universitas Rotterdam Belanda, dan Universitas Osaka Jepang," paparnya.

Untuk angkatan pertama, kelas internasional FK Unair hanya menerima sekitar 20-30 mahasiswa.Tapi, total mahasiswa yang diterima nanti tergantung jumlah pendaftar.

 

TAG

Berita Terkait