Selasa , 18 May 2010, 01:40 WIB

Prof Arief Rachman: Ada Sepuluh Ciri Sekolah Unggul

Rep: Ilyas/ Red: Endro Yuwanto
Prof Arief Rachman
Prof Arief Rachman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco, Prof Arief Rachman, menyatakan, ada 10 ciri sekolah yang disebut unggulan. Menurutnya, jika suatu sekolah memiliki 10 ciri tersebut, maka, ia sudah layak dianggap sebagai sekolah yang unggul.

Pertama, kepemimpinan sekolah profesional. Pemimpin profesional, kata Arief, adalah pemimpin yang partisipatif, tegas, dan bertujuan, serta memiliki keterampilan, kemampuan, dan kemauan untuk memajukan sekolah. Kedua, semua warga sekolah memahami dan melaksanakan visi dan misi sekolah.

''Itu ditandai dengan adanya kesatuan pandangan dan arah mengenai visi, adanya konsistensi dan kebersamaan,'' ujar Arief, saat menjadi pembicara pada Seminar Edutainment di Hall Rama Shinta, Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/5).

Ketiga, lanjut Arif, suasana pembelajaran yang menyenangkan. Hal itu ditandai dengan asmosfer suasana kelas yang mendukung serta lingkungan kerja yang menyenangkan. Keempat, kegiatan pembelajaran di sekolah sangat beragam, seperti intra, co, dan ekstra kurikuler berjalan seimbang dan saling mendukung. ''Tanda-tandanya, adanya optimalisasi waktu pembelajaran, penekanan pada kemampuan akademik, dan fokus pada pencapaian prestasi,'' lanjutnya.

Kelima, guru memiliki perencanaan pembelajaran, yang ditunjukkan dengan adanya target yang jelas, terorganisir, dikomunikasikan pada siswa, dan adanya fleksibilitas sesuai dengan kondisi siswa. ''Keenam, semua program yang positif mendapat penguatan dari sekolah, orang tua, dan siswa,'' jelasnya.

Ketujuh, sekolah melakukan monitoring dan evaluasi secara terprogram dan berdampak terhadap perbaikan sekolah. Misalnya, dengan monitoring kemajuan siswa yang dilakukan setiap saat, serta evaluasi kemajuan sekolah. ''Kedelapan, hak dan kewajiban siswa dipahami dan dilaksanakan dengan baik di sekolah,'' kata guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Kesembilan adalah kemitraan antara sekolah dengan rumah tangga atau orang tua. ''Sedangkan kesepuluh, munculnya kretativitas dalam organisasi sekolah untuk pengembangan pendidikan,'' tandas Arief.

Berita Terkait