Wednesday, 24 Syawwal 1435 / 20 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Dia, Siswa SMP dengan Nilai UN Tertinggi

Friday, 07 May 2010, 07:12 WIB
Komentar : 0
Suasana UN di sebuah SMP.
Suasana UN di sebuah SMP.

JAKARTA--Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, mengungkapkan, selain siswa SMP yang tak lulus ujian nasional (UN), terdapat pula siswa yang berhasil memiliki nilai ujian nasional (UN) tertinggi.

Mereka adalah Fitriyan Dwi Rahayu (siswi SMPN 1 Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah) Ni Made Yuli Lestari (siswi SMPN 1 Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali), dan Ni Kadek Indra Puspayant (siswi SMPN 1 Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali).

"Nilainya 9,95 hampir 10 semua. Dan ini bukan di Semarang, DKI Jakarta, atau Jawa Timur, ada di kota kecil,” ujar Mendiknas dalam jumpa pers UN SMP di Kantor Kemendiknas,  Kamis (6/5).

Mendiknas menegaskan, para siswa yang memiliki nilai tertinggi ada di daerah. Ini menunjukkan bahwa prestasi tidak serta merta didominasi oleh kota-kota besar. "Artinya lokus tidak memberikan jaminan seseorang berprestasi. Buktinya yang juara bukan di ibukota provinsi, tetapi di daerah terpencil," jelasnya.

Hasil UN akan diumumkan oleh masing-masing sekolah besok, Jumat (7/5). Namun, kata Mendiknas, yang terpenting masih ada ujian ulang pada 17-20 Mei 2010.

"Masih ada 10 hari untuk persiapan. Mudah-mudahan dalam jangka 10 hari mereka bisa persiapkan dengan baik. Kepala sekolah, guru, dan orang tua semua tetap memberikan dukungan, dorongan, dan motivasi, sehingga Insya Allah bisa sukses," tegas Mendiknas.

Reporter : Anissa Mutia
Redaktur : Endro Yuwanto
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar