Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

M Nuh: Kadang-kadang Sama-sama Senang, Ngakunya Diperkosa

Kamis, 11 Oktober 2012, 19:16 WIB
Komentar : 12
Republika
Mendikbud Muhammad Nuh
Mendikbud Muhammad Nuh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga saat ini, siswi SMP di Depok yang menjadi korban pemerkosaan, SA (14 tahun) belum kembali bersekolah. Ia masih trauma terhadap perlakuan sekolahnya, SMP Yayasan Budi Utomo yang melakukan pengusiran terhadapnya beberapa waktu lalu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), M Nuh mengaku belum mengetahui secara detail mengenai kasus tersebut. Ia juga belum bertemu secara langsung dengan SA. Namun ia mengatakan, kemungkinan SA adalah siswi nakal dan hanya mengaku diperkosa.

"Akan tetapi dalam kondisi tertentu, bisa saja karena kenakalannya maka sekolah mengembalikannya ke orangtuanya. Soalnya ada yang sengaja, kadang-kadang ada yang sama-sama senang, ngakunya diperkosa," kata Mendikbud, M Nuh yang ditemui usai jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (11/10).

Nuh menambahkan hal itu sulit untuk dibuktikan apakan benar SA merupakan korban pemerkosaan atau bukan. Akan tetapi kalau memang SA menjadi korban, maka harus dilindungi, traumatiknya juga harus dipulihkan.

"Kalau memang jadi korban, harus dilindungi, kasihan dia, sudah kena musibah sekolahnya juga tidak selesai," imbuhnya.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Djibril Muhammad
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  bhambhang Rabu, 16 Januari 2013, 16:55
sungguh komentar yg tidak ber'pendidikan' dan tidak ber'kebudayaan...
  ilham Kamis, 10 Januari 2013, 22:19
Astaghfirullah. . Menteri komentar nya kok asal keluar, di siasat dulu br berpendapt. Sungguh memalukan negara punya menteri tidak bisa menegaskan hukum.
  aoiusagi Senin, 22 Oktober 2012, 16:17
yah begini lah kalo jadi mentri karena "jatah" partai. ga jelas isi otaknya asal ngomong doank. kalo dia nakal gak apa apa tapi sampe gak sekolah itu salah. kalo gitu pemerintah ga usah ngotot program 12 tahun WAJIB sekolah.
  Muhammad Taufik Rahmat Rabu, 17 Oktober 2012, 13:21
Bagaimana mungkin seorang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang belum tau jelas kronologi kasus yang menimpa SA, bisa langsung melontarkan opini bahwasannya SA adalah siswa nakal dan hubungan seksual yang terjadi pada diri SA dilakukan suka sama suka (bukan pemerkosaan)
  wati Selasa, 16 Oktober 2012, 16:39
komentar sangat memprihatinkan yang di lontarkan seorang mentri yang seharusnya menjadi tauladan rakyat apa kata dunia,