Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Lulusan Madrasah Aliyah Ditolak Mendaftar Polisi

Selasa, 17 Juli 2012, 16:15 WIB
Komentar : 1
Siswa MAN Insan Cendekia
Siswa MAN Insan Cendekia

REPUBLIKA.CO.ID,SUMENEP--Kapolres Sumenep AKBP Dirin meminta maaf kepada alumni Ponpes Annuqayah Guluk Guluk atas ketidaknyamanan terkait kasus tidak diterimanya ijazah lulusan madrasah aliyah di bawah naungan yayasan ponpes tersebut sebagai persyaratan pendaftaran anggota Polri.

"Sebagai Muslim, saya minta maaf kepada semua alumni Ponpes Annuqayah atas munculnya persoalan ini," katanya di hadapan alumni Ponpes Annuqayah di depan pintu gerbang sisi utara Kantor DPRD Sumenep, Jawa Timur, Selasa sore.

Dirin mengucapkan permintaan maaf secara pribadi itu hingga tiga kali. "Saya juga minta kesalahpahaman ini jangan sampai melebar. Terima kasih juga atas kesediaan alumni Ponpes Annuqayah menunggu saya hingga sore ini. Pada Selasa pagi, saya memang di Surabaya," ujarnya.

Seusai ditemui Dirin, ribuan alumni Ponpes Annuqayah membubarkan diri. Pada Selasa pagi, ribuan alumni Ponpes Annuqayah Guluk Guluk mendatangi Mapolres Sumenep, hingga memenuhi jalan raya, sebagai bentuk protes atas tidak diterimanya ijazah madrasah aliyah di bawah naungan yayasan ponpes tersebut sebagai persyaratan dalam rekrutmen Caba Brimob dan Dalmas. Mereka ingin bertemu langsung dengan Kapolres Sumenep AKBP Dirin guna mengklarifikasi kasus tersebut.

Padahal, pada Selasa pagi, Dirin masih berada di Mapolda Jatim. Kemudian, massa melanjutkan aksi di depan Kantor DPRD Sumenep, dan bertahan hingga sore guna menunggu kedatangan Dirin.

Kasus yang diprotes itu, berawal ketika pada 11 Juni 2012, seorang alumni MA 2 Annuqayah, M Azhari mendaftar sebagai calon anggota Brigadir Brimob dan Dalmas secara "online".

Selanjutnya, pendaftar tersebut melengkapi berkas persyaratan sebagaimana ketentuan dalam brosur pendaftaran anggota Polri.

Kemudian, pada 17 Juni lalu, Azhari dinyatakan tidak lulus administrasi, dengan alasan ijazah MA 2 Annuqayah tidak diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Itu alasan yang tidak mendasar. Pengelolaan MA 2 Annuqayah itu berdasar kurikulum nasional yang lembaganya di bawah naungan Kementerian Agama. Siswa MA 2 Annuqayah juga ikut ujian nasional layaknya siswa SMA/MA lainnya," kata orator aksi, Muhri Zain.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...