Sabtu, 28 Safar 1436 / 20 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pendaftar Sekolah Kejuruan Negeri Membludak

Senin, 02 Juli 2012, 15:25 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN - Menyambut tahun ajaran baru, pendaftar sekolah kejuruan negeri kian membludak. Contohnya di sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Kota Madiun, Jawa Timur, di mana jumlah calon siswa pendaftar pada hasil sementara penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2012 di kota setempat lebih banyak dari sekolah menengah atas (SMA) negeri.

Pantauan dari hasil sementara PPDB Kota Madiun 2012 secara 'online' (dalam jaringan) pada Senin hingga pukul 14.45 WIB, jumlah calon siswa yang mendaftar sekolah kejuruan negeri telah mencapai 1.656 calon siswa dari pagu sebanyak 1.766 siswa.

Dari 1.656 calon siswa yang mendaftar SMKN tersebut, jumlah calon siswa yang berasal dari dalam Kota Madiun sebanyak 1.012 calon siswa dan dari luar Kota Madiun sebanyak 644 calon siswa.

Jumlah tersebut lebih banyak jika dibandingkan dengan calon siswa yang mendaftar sekolah menengah atas (SMA) negeri di kota setempat yang baru mencapai 1.397 calon siswa dari pagu sebanyak 1.440 siswa.

Adapun, dari 1.397 calon siswa yang mendaftar SMA tersebut, jumlah calon siswa yang berasal dari dalam Kota Madiun sebanyak 1.349 calon siswa dan dari luar Kota Madiun sebanyak 48 calon siswa.

Kepala Dinas Pendidikan, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kota Madiun Sukarman menyatakan, tingginya minat calon siswa untuk mendaftar ke sekolah menegah kejuruan telah sesuai dengan sosialisasi yang dilakukan oleh dinasnya selama ini.

"Sosialisasi yang kami lakukan memang mengarahkan sebanyak 70 persen siswa di Madiun bersekolah ke SMK dan 30 persen bersekolah ke SMA. Sedangkan imbauan dari pemerintah pusat adalah siswa bersekolah ke SMK sebanyak 60 persen dan SMA 40 persen," ujar Sukarman.

Selain itu, Dikbudpora Kota Madiun juga berorientasi pada pembentukkan lulusan siswa sekolah menengah yang siap kerja dan memiliki keterampilan untuk berwirausaha.

"Jika bersekolah di SMA, lulusan siswa yang ada diharuskan sekolah lagi ke perguruan tinggi untuk memiliki keahlian dan keterampilan. Hal ini berat bagi siswa yang tidak memiliki biaya untuk kuliah. Namun, bagi siswa lulusan SMK juga tetap bisa untuk kuliah," terang dia.

Sukarman menambahkan, faktor lain yang mempengaruhi minat calon siswa untuk memdaftar ke SMK adalah jumlah jurusan kejuruan yang lebih banyak dari pada sekolah umum. Sehingga siswa bisa menekuni bidang yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

Adapun, jumlah SMKN di Kota Madiun saat ini ada lima sekolah dengan 23 jurusan, sedangkan jumlah SMAN ada enam sekolah dengan dua sekolah di antaranya merupakan rintisan sekolah bertaraf internasioal (RSBI).

Sesuai jadwal yang diatur dalam Perwali Nomor 5 tahun 2012 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru, pendaftaran siswa dibuka 29-30 Juni dan 2-3 Juli 2012, sedangkan pengumuman dilakukan ada tanggal 5 Juli mendatang.


Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...