Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

PTN Siap Pecat Mahasiswa yang Jadi Joki SMPTN

Selasa, 12 Juni 2012, 08:33 WIB
Komentar : 0
UI, salah satu PTN yang diminati
UI, salah satu PTN yang diminati

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Empat perguruan tinggi negeri (ptn) di Bandung siap menjatuhkan sanksi pemecatan kepada mahasiswa mereka yang tertangkap karena ketahuan menjadi joki Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012.

Sekretaris Eksekutif Panitia lokal Bandung SNMPTN 2012 Asep Gana Suganda dalam konferensi pers di Sekretariat Panitia lokal Kampus Institut Teknologi Bandung, Selasa (12/6), mengatakan panitia telah memiliki strategi khusus untuk mengenali praktik perjokian dalam SNMPTN.

"Tentu tidak bisa kami kemukakan apa strategi khusus itu. Tapi panitia telah menyiapkan antisipasi untuk mencegah terjadinya praktik perjokian," ujar Asep Gana Suganda.

Peserta SNMPTN yang tertangkap melakukan kecurangan selama ujian berlangsung langsung digugurkan oleh panitia. Sedangkan mahasiswa PTN yang menjadi joki akan dikeluarkan dari perguruan tinggi.

"Kalau ada mahasiswa yang menjadi joki, rektor akan memecat mereka," ujar Asep. Asep mengatakan sejak tahun lalu pelaksanaan SNMPTN di Bandung relatif bersih dari praktik perjokian.

"Sekarang trend perjokian itu cenderung pindah ke daerah-daerah yang lebih jauh," ujarnya. Soal ujian SNMPTN 2012 telah didistribusikan ke 202 lokasi ujian di Kota Bandung dari Sekretariat Panitia Lokal di Kamus ITB sejak pukul 04.00 WIB.

Di Bandung terdapat 38 sektor yang membawahi sekitar lima sampai tujuh lokasi ujian. Peserta SNMPTN 2012 yang tercatat di panitia lokal Bandung tercatat sebanyak 40.253 orang.

Ujian hari pertama 12 Juni 2012 dimulai pada pukul 08.00 WIB untuk tes potensi akademik dan tes bidang studi dasar. Sedangkan hari kedua 13 Juni 2012 untuk tes bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...