Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Belajar Lesehan, Sekolah Ini Raih Nilai UN Terbaik Se-Jawa Timur

Saturday, 02 June 2012, 20:14 WIB
Komentar : 2
Kelulusan UN
Kelulusan UN

REPUBLIKA.CO.ID, SUMENEP -- SMPI Tarbiyatus Shibyan Sumenep yang meraih peringkat terbaik nilai ujian nasional (UN) 2012 se-Jawa Timur memiliki fasilitas minim, di antaranya belum memiliki meja dan kursi maupun perpustakaan.

"Kegiatan belajar mengajar bagi siswa di sekolah kami berlangsung dengan lesehan (duduk di lantai), karena memang belum memiliki meja dan kursi. Secara umum, fasilitas di sekolah kami masih minim," kata Kepala SMPI Tarbiyatus Shibyan, Abdul Haini, di Sumenep, Sabtu.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur mencatat peringkat terbaik nilai ujian nasional (UN) untuk sekolah menengah pertama (SMP) diraih SMPI Tarbiyatus Shibyan Sumenep, kemudian SMP Negeri 1 Lamongan, dan SMP Rodlotus Sholihin Lamongan.

"Siswa kami yang menjadi peserta UN tahun ajaran 2011-2012 sebanyak tujuh orang. Siswa kami ikut UN di SMPI Baiturrahmah di Kecamatan Ganding, karena sekolah kami bukan lembaga penyelenggara UN," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya baru mengetahui sekolahnya menjadi peraih nilai UN terbaik se-Jawa Timur untuk kategori SMP pada Sabtu pagi, ketika menghadiri rapat kelulusan UN di SMPI Baiturrahmah.

"Kami terkejut ketika di dalam forum rapat itu, pimpinan SMPI Baiturrahmah mengumumkan sekolah kami sebagai sekolah terbaik dalam perolehan nilai UN se-Jawa Timur. Kami tidak menyangka sama sekali," ucapnya.

Secara kelembagaan, kata dia, pihaknya memang menyiapkan tujuh anak didiknya untuk benar-benar siap menghadapi UN, meskipun fasilitas di sekolahnya minim.

"Kami melaksanakan bimbingan khusus setiap hari bagi tujuh siswa kami selama tiga bulan sebelum pelaksanaan UN. Kami juga minta mereka banyak membaca materi yang kami sampaikan selama bimbingan khusus di rumah supaya mereka siap ikut UN," paparnya.

Ia juga mengemukakan, predikat terbaik itu merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi dirinya bersama 13 guru lainnya di SMPI Tarbiyatus Shibyan untuk berbuat yang terbaik bagi siswanya, meskipun dengan kondisi terbatas.

"Kami semakin termotivasi untuk mencurahkan tenaga dan pikiran guna mengembangkan sekolah kami menjadi lebih baik. Semoga saja, ada perhatian dari Pemkab Sumenep atas kondisi di sekolah kami," kata Haini.

SMPI Tarbiyatus Shibyan yang berada di Desa Cempaka, Kecamatan Pasongsongan, itu merupakan lembaga pendidikan swasta di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatus Shibyan.

Sebelumnya, sekolah tersebut adalah madrasah tsanawiyah dan statusnya berubah menjadi SMP Islam sejak tahun 2009.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...