285 Ribu Guru Uji Kompetensi

Minggu, 26 Pebruari 2012, 03:25 WIB
Antara/Ari Bowo Sucipto
285 Ribu Guru Uji Kompetensi
Seorang guru sedang mengajar di kelas. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Guna menciptakan tenaga pendidik yang professional dan memiliki kompetensi, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan Uji Kompetensi Awal (UKA) bagi guru-guru di Indonesia. Setidaknya, 285 ribu guru di Indonesia akan mengikuti uji kompetensi ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, mengatakan sudah saatnya tenaga pendidik di Indonesia memiliki kompetensi yang tinggi.

“Pada saatnya kelak tenaga pendidikan yang lolos UKA bisa menjadi guru yang profesional dan memiliki kompetensi yang tidak perlu diragukan lagi,” ungkapnya usai mengunjungi pelaksanaan UKA di sejumlah sekolah penyelenggara, di wilayah Provinsi Banten, Sabtu (25/2).

Pelaksanaan UKA, akan dilaksanakan serentak di 33 provinsi. Uji kompetensi ini diikuti oleh sedikitnya 285 ribu guru dari berbagai daerah di tanah air. Ke-285 ribu peserta ini terbagi dalam 150 bidang studi.

Komposisinya 233 ribu PNS dan 52 ribu non PNS. Adapun rincian peserta UKA dari tingkatan guru meliputi guru TK sebanyak 24.538 orang; guru SD 169.545; guru SMP 53.542; guru SMA 18. 796; guru SMK 15.644, guru SLB 2.504, dan pengawas sekolah 696 orang.

Seperti halnya dengan Ujian Nasional (UN), pengumuman hasil UKA guru ini akan dilakukan serentak secara nasional. Nantinya dalam pengumuman -- yang akan dilaksanakan pada bulan Maret -- juga akan dicantumkan nama peserta yang lulus berikut nilai hasil ujinya.

Dalam sidak pelaksanaan UKA, Nuh didampingi Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Banten, M Nur beserta sejumlah pejabat pemerintahan setempat.

Redaktur: Hazliansyah
Reporter: S Bowo Pribadi
Sha'ab bin Jatsamah pernah menghadiahkan seekor keledai liar kepada Rasulullah saw. yang sedang berihram. Kemudian beliau mengembalikannya kepadanya dan bersabda: Kalau saja kami tidak dalam keadaan ihram, maka kami akan terima pemberianmu itu. (HR Muslim)
hammadata, Jumat, 16 Maret 2012, 21:14

Kok banyak guru yg sudah sertifikasi menurutku 'ga profesional...karena:
1. sistim pembelajaran masih konvensional.
2. Masih Guru sentris.
3. gaptek
gimana?

Balas
belitut ngurah, Senin, 27 Pebruari 2012, 08:16

soalnya sih biasa biasa saja tapi bagi guru usia tua keterbatasan fisik akan mempengaruhi kecepatn dalam menjawab soal karena soalnya panjang-panjang dan memerlukan pemahgaman

Balas
edi santoso, Minggu, 26 Pebruari 2012, 15:51

wah kasihan melihat guru - guru yang sudah usia lanjut disuruh UKA karena soalnya terlalu panjang dan sulit untuk dipahami

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...