Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kemendikbud: Uji Kompetensi adalah Hakekat Sertifikasi

Jumat, 13 Januari 2012, 19:27 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kemendikbud bersikeras uji kompetensi adalah syarat mutlak bagi guru untuk melakukan sertifikasi.
 
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Syawal Gultom, mengatakan tanpa adanya uji kompetensi maka tidak ada parameter seorang guru menguasai materi dan menguasai metodologi pembelajaran. "Uji kompetensi adalah hakekat sertifikasi," ujar Syawal kepada wartawan, Jumat (13/1).
 
Menurut Syawal, pemerintah tidak punya alternatif lain selain uji kompetensi untuk mengukur kompetensi guru yang akan melakukan sertifikasi. "Tidak ada lagi cara untuk mengukur penguasaan materi dan metodologi pembelajaran mereka selain dengan uji kompetensi," ujarnya.
 
Syawal juga menegaskan uji kompetensi tidak melanggar PP No. 74 tahun 2008 Pasal 12 seperti yang dituduhkan PGRI. Menurut Syawal, jika uji kompetensi dikatakan melanggar, maka hal 'uji kompetensi' tak mungkin disebutkan dalam PP tersebut. "Faktanya uji kompetensi tercantum dalam PP itu," kata dia.
 
Syawal tak menampik terkait adanya guru-guru yang stres karena uji kompetensi. Menurutnya, hal tersebut tidak terelakkan lagi karena banyaknya guru-guru senior yang tak lagi meningkatkan kemampuan mereka.

Meskipun demikian, ia meminta semua pihak tidak perlu khawatir. Bagi yang tidak lulus pada uji kompetensi tahun 2012 ini bisa ikut lagi pada tahun 2014 nanti. Bagi yang tidak lulus tahun 2012 tidak bisa langsung ikut lagi tahun 2013 karena sudah ada antrean.
 
Sesuai dengan amanat UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, sertifikasi guru harus sudah selesai pada tahun 2015 nanti. Kemendikbud optimistis karena hingga tahun 2011 sudah ada 1,4 juta guru yang ikut sertifikasi dengan 1,1 juta di antaranya lulus. Total guru di Indonesia sebanyak 2,9 juta orang. Tahun 2012 ini akan terdapat 300 ribu guru mengikuti uji kompetensi. Pemerintah hanya menyediakan kuota untuk sertifikasi sebanyak 250 ribu guru saja.
 

Reporter : Fernan Rahadi
Redaktur : Chairul Akhmad
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  MISWANDI Rabu, 25 Januari 2012, 00:48
Pak M ENTERI SAYA JUGA SEBAGAI GURU DAN ALKKAMDULILLAH SUDAH SERTIFIKASI SELEKSI MELALUI DIKLAT.UNTUK YANG AKAN DATANG AKU SANGAT SETUJU MELALUI UJI KOMPETENSI GURU.TAU TIDAK GURU ITU HARUS MEMPUNYAI KOMPETENSI YG HARUS DI KUASAINYA. TRIMS.
  hilhar Rabu, 18 Januari 2012, 22:10
Beginilah Sistem Pendidikan Indonesia..
yg lebih mengutamakan hasil daripada proses..
.
pemerintah selalu mengatakan bahwa UN adl untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
tapi mana buktinya???

bagaimana mungkin kualitas pendidikan hanya dilihat dari HASIL AHIR !!!
  rahayu widyastuti Senin, 16 Januari 2012, 22:24
uji kompetensi malah memberikan kesempatan untuk kasak kusuk di belakang tidak transparan akan hasilnya
  Lutvi asfarina Senin, 16 Januari 2012, 20:16
Dari 300 ribu calon guru sertifikasi, 50 ribu siap-siap tdk luluss, kasiaaan kau guru. udah wira wiri pake pribadi bank saku...
  Belitut ngurah Minggu, 15 Januari 2012, 20:22
guru senior layak mendapat sertifikasi tanpa uji sertifikasi apalagi mesa dinasnya tinggal hitungan tahun.tolong pak menteri jangan sakiti guru senior.

  VIDEO TERBARU
Konsep SPBU ini Jadi Tren di AS
WASHINGTON -- Bayangkan, mengisi bensin sekaligus menikmati hidangan lezat yang dimasak langsung? Konsep yang sedang tren di Amerika ini memungkinkan warga memaksimalkan waktu...